Jadi Yatim Piatu Dalam Sehari, Bocah Ini Kenang Surat Terakhir Untuk Ortu: Ma, Pa Gimana Kabarnya?

Erik anak bungsu korban yang tinggal di pesantren sejak tanggal 11 juli 2021 lalu tak pernah menyangka jika ayah dan ibu menjadi korban pembunuhan ber

Tayang:
Kolase Tribun Bogor/Tribun Pontianak
Jadi Yatim Piatu Dalam Sehari, Bocah Ini Kenang Surat Terakhir Untuk Ortu: Ma, Pa Gimana Kabarnya? 

Setelah turun dari sepeda motor, RN mengeluarkan parang yang diselipkan dalam celana, lalu mengibaskannya ke arah Sugiyono.

"Pelaku pura-pura kencing. Terus tebas leher korban. Cucunya terkena tebasan juga di bagian leher saat korban ( Sugiyono) sempat melawan," kata Hoerrudin.

Setelah menghabisi Sugiyono dan Afsyia, RN menggunakan sepeda motor korban untuk menjemput Turyati.

RN berbohong mengabarkan bahwa cucunya Afsya menangis dan minta dijemput.

Kemudian RN membawa Turyati berkeliling terlebih dulu dan membawa ke blok 4 ZZAB, tidak jauh dari jasad Sugiyono dan Afsyia.

Di sana RN menghabisi Turyati menggunakan parang yang sama.

Setelah melampiaskan rasa sakit hatinya, RN mengembalikan sepeda motor ke rumah korban.

Makian 'Dasar Miskin' berujung pembunuhan Kakek Sugiono, istri dan cucu, pelaku ungkap motif
Makian 'Dasar Miskin' berujung pembunuhan Kakek Sugiono, istri dan cucu, pelaku ungkap motif (kolase TribunBogor dari TribunPontianak)

Dalam perjalanan RN membuang parangnya di semak-semak.

Setibanya di rumah korban, RN memarkir sepeda motor di depan pintu masuk samping dan menyimpan kunci motor di belakang pintu masuk samping.

"Pelaku beristirahat sambil melihat situasi sekitar rumah agar benar-benar aman untuk pulang. Beberapa saat kemudian, RN pulang jalan kaki," kata Hoerrudin.

Melawan, Pelaku Ditembak Polisi

Pelaku yang diketahui berinisial RN, dibekuk anggota Satreskrim Polres Sintang, pada Kamis 5 Agustus 2021 malam WIB.

"Alhamdulillah, tersangka pelakunya sudah kami tangkap," kata Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Hoerrudin kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat 6 Agustus 2021 siang WIB.

Saat hendak ditangkap, tersangka RN sempat melakukan perlawanan, bahkan coba melarikan diri.

Anggota pun melepaskan tembakan mengenai kaki yang kemudian RN runtuh.

Ia pun langsung dibawa ke Mapolres Sintang, untuk diperiksa lebih lanjut.

"Tersangka melawan, dan mencoba kabur akhirnya kita lumpuhkan," ujar Kasat.

Sosok korban

Sosok Sugiyanto dan Turyati dikenal baik dan supel oleh tetangganya.

Bahkan, rumah tangga mereka disebut harmonis. Setiap ada kegiatan desa, keduanya hadir bersama.

Pasutri ini, dikarunai dua orang anak, Vivi dan Erik.

Vivi sudah bekeluarga dan anaknya Afsya turut menjadi korban pembunuhan yang dilakukan RN.

Korban Afsya diketahui baru saja masuk TK Permata Ibu. Sementara Erik, masih sekolah di Sintang.

"Afsya anak Vivi. Baru masuk TK Permata Ibu," ujar Muharni Noni, tetangga korban kepada Tribun Pontianak.

Vivi, putri pasangan Sugiyono dan Turyati yang juga ibu dari Afsyia Amila, menjadi orang yang sangat terpukul akibat ulah keji RN.

Vivi bersama saudara laki-lakinya, Erik hanya bisa pasrah berusaha tegar saat jenazah kedua orangtua dan Afsyia tiba di rumah duka, Kamis 5 Agustus 2021 sore WIB.

"Mama, bapak, sama dedek Acha udah bahagia di sana, di samping Allah. Allah maha adil, Allah sayang mereka," tulis Vivi yang dikutip dari IG Story @_hiivi, Jumat 6 Agustus 2021.

"Khilafmu gak bisa ngembalikan nyawa mama, bapak sama dek aca, tega-teganya," tulis Vivi.

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Bogor dan Tribun Pontianak

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved