News Video

Kepala BNPB dan Wali Kota Medan Tinjau Lokasi Isolasi Lingkungan Yang Terpapar Covid Delta

Kepala BNPB Ganip Warsito: kalau usia yang di atas 45 tahun memiliki darah tinggi, gula atau jantung, lebih baik isolasi.

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito dan Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau lokasi isolasi Lingkungan yang yang terpapar Covid Delta, di lingkungan Vl, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, (6/8/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB Ganip Warsito menyinggung mengenai warga yang terpapar Covid jenis baru Delta.

Ia meminta agar setiap masyarakat terpapar Covid jenis baru segera melakukan isolasi.

"Karena varian delta ini cepat sekali, nanti kepala Lingkungan disni harus di cek terus, harus dimonitor kondisinya jangan sampe terjadi pemburukan," ujarnya.

Ganip juga mengimbau agar masyarakat yang terbilang paruh baya yang terpapar Covid Delta segera melakukan isolasi.

"Tempatnya lebih terjamin artinya tempat tidur ada kamar mandinya, kalau usia yang di atas 45 tahun memiliki darah tinggi, gula atau jantung, lebih baik isolasi di lokasi yang sudah ditetapkan," ucapnya.

Sementara Kepala Lingkungan Vl, Ali Lubis mengatakan sejauh ini di lingkungannya sudah terkonfirmasi Covid di awal itu sekitar 16 orang namun sudah sembuh 4 orang dan bertambah 5 orang.

"Tadi pagi tambah lagi 5 pasien lagi langsung dinyatakan positif, Jadi totalnya sekarang ada saat ini 15 orang. Karena yang satu tadi pagi dapat hasil swab negatifnya, Dari 5 orang yang terpapar ini, yang dua pendatang yang tiga memang pekerja," kata Ali.

Ali mengatakan bahwa sementara waktu yang menjadi kendala selama penerapan isolasi Lingkungan adalah kurangnya personel yang ada di lingkungan.

"Kita didukung dengan masyarakat yang melakukan isoman. Jadi semua berjalan lancar, hanya lagi mungkin kalau kami di sini terkadang kurang personel tapi masih bisa kita tutupi semua untuk isomannya, untuk pengantar makanan ke si pasien," katanya.

Ia juga membatasi setiap jam malam bagi warga sekitar yang ingin beraktivitas agar mengurangi mobilitas.

Ia menuturkan perusahaan yang mempekerjakan karyawan di lingkungan tersebut diimbau agar tetap memperkerjakan karyawannya setengah dari keseluruhan atau 50 persen.

"Kalaupun ada dia perusahaan di dalan kantor itu hanya kita ganti 50 persen itu kita batasi karyawan mereka 50 persen. Kalau malam begitu selesai dari jam 19 itu portal semua kita tutup habis sampai di pukul 6 pagi baru kita buka kembali begitu juga yang masuk tidak kita izinkan. Warga yang sudah pulang ke rumah tidak kita izinkan juga untuk keluar," jelasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved