STOK Vaksin Menipis, Kepala Dinkes Medan Ungkap Efektivitas Vaksin Kedua yang Disuntikkan Terlambat
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan mengatakan selama belum lebih dari satu bulan keterlambatan, efektivitas vaksin dosis pertama masih mencukupi.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Stok vaksin di Kota Medan dan hampir seluruh wilayah di Sumatera Utara menipis sekitar dua minggu yang lalu.
Stok vaksin yang mulai kosong ini menyebabkan banyak jadwal vaksin kedua warga Medan yang harus ditunda.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Syamsul Arifin Nasution mengatakan selama belum lebih dari satu bulan keterlambatan, efektivitas vaksin dosis pertama masih mencukupi.
"Dari beberapa literatur yang kita baca dan beberapa pendapat masih boleh itu terlambat. Memang kalau dia sampai tiga bulan tidak dianjurkan, jangan lebih dari satu bulan boleh. Masih dibolehkan," ujar Syamsul, Minggu (1/8/2021).
Syamsul pun menuturkan hal ini yang menyebabkan dalam peraturan penerbangan minimal sudah divaksin dosis pertama.
Karena kemungkinan keterlambatan mendapatkan vaksin dosis kedua pasti ada.
"Ada beberapa saya tanya dia dapat di Jakarta, terus pulang ke Medan, di Medan enggak dapat, masih boleh kalau belum lebih satu bulan," katanya.
Syamsul menjelaskan, stok vaksin Covid-19 yang sampai ke Provinsi per Sabtu (31/7/2021) sebanyak 18.000 vial.
"Stok vaksin kan sekarang baru nyampe di Provinsi, nah dari provinsi masuk semalam sekitar 18.000. Jumlah itu ternyata sudah ada yang punya sebagian. Yang sentra vaksin BUMN Polonia dan TNI/Polri," ujarnya.
Dikatakan Syamsul, dari 18.000 vaksin yang masuk ke Sumut, 10.000 di antaranya dipasok untuk TNI/Polri, serta 3.000 untuk sentra vaksinasi BUMN di Eks Bandara Polonia.
"Sisa sama kita tinggal 5.000, tapi provinsi belum membagi sama kami (Pemko Medan). Cuma kami dapat kabar semalam kita cuma dapat 400 vial berarti 4.000 dosis, jadi masih kurang karena dibagi 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara," kata dia.
Ia pun mengatakan jika Pemko Medan sudah berusaha untuk meminta penambahan jumlah pasokan vaksin.
"Jadi kita juga masih minta bantuan supaya ditambah lagi, karena kita kan 1,9 juta target kita sementara baru 21 persen capaian dosis pertama,"
"Jadi mudah-mudahan bisa nambah, karena kalau cuma segitu dosis satu kita bakal terhambat," tuturnya.
Syamsul mengatakan saat ini stok vaksin di Medan tersisa kurang dari 500 vial vaksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/plt-kepala-dinas-kesehatan-kota-medan-syamsul-arifin-nasution.jpg)