News Video

Begini Kondisi Terbaru Pemakaman Khusus Covid-19 di Simalingkar

Suara sirine ambulans memecah kesunyian di Pemakaman Khusus TPU Covid-19 Simalingkar B. Setiap hari, ambulan hilir mudik memasuki pemakaman.

Begini Kondisi Terbaru Pemakaman Khusus Covid-19 di Simalingkar

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Suara sirine ambulan memecah kesunyian di Pemakaman Khusus Tempat Pemakaman Umum (TPU) Covid-19 Simalingkar B.

Setiap hari, warga setempat mengaku ambulan hilir mudik memasuki pemakaman umum korban Covid-19.

Bahkan tiga sampai lima unit disebut bergantian masuk ke lokasi areal pemakaman umum korban Covid-19 yang saat ini tengah mewabah.

Dari amatan Tribun-Medan.com Selasa (27/7/2021), terlihat kuburan sudah banyak ditempati oleh para korban Covid-19.

Kuburan terlihat rapi dan di atasnya terdapat rumput-rumput kecil.

Petugas pemeliharaan pemakaman juga terlihat sibuk memangkas rumput-rumput yang mulai tinggi.

Kurang lebih 30 menit berada di pemakaman, ambulan kembali masuk dengan membawa jenazah yang hendak dimakamkan.

Begitu kendaraan ditepikan, perlahan suara tangis pilu terdengar.

Keluarga korban tak kuasa menahan haru atas kemalangan akibat terpapar Covid-19.

"Mamaku meninggal bang," katanya.

Sembari menahan kesedihannya, Cindy yang berada di lokasi pemakaman, ia mengatakan ibunya almarhum Firmaida Limbong (54) warga Simalingkar B menghembuskan nafas terakhirnya, setelah lima hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Sejati.

"Kondisi kesehatan semakin menurun. Gak ada sakit bawaannya makanya heran juga aku kayak gini, lima hari dirawat," ucap Cindy.

Tak pelak, kemalangan ini sangat memukul dirinya, sebab Cindy sendiri mengaku bahwa awalnya tidak percaya dengan adanya pandemi Covid-19.

"Sebetulnya aku gak percaya Covid-19 ini bang, tapi udah kayak gini jadi percaya aku," beber Cindy.

Setelah apa yang dialaminya, ia pun turut menyampaikan bahwa masyarakat harus mentaati protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

"Harapanku jaga jaga ajalah kita, biar terhindar dari Covid-19," ungkapnya.

Pantauan wartawan di lokasi perkuburan Covid-19, pihak keluarga tidak diperkenankan untuk mendekat selama proses pemulasaran jenazah.

Setelah jasad dikuburkan, barulah pihak keluarga dapat berziarah di makam khusus Covid-19 yang seluas 14 hektar.

Sementara dalam proses pemakaman, petugas penggali kubur dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved