News Video
Antisipasi Lonjakan Pasien, RS Columbia Asia Pasang Tenda Darurat Untuk Screening Covid-19
Amatan tribunmedan.com, para warga tampak mengantre di meja pendaftaran. Lalu ada tenda trase 1 untuk penyaringan Covid19 hingga tenda rapid test
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Antisipasi Lonjakan Pasien, RS Columbia Asia Pasang Tenda Darurat Untuk Screening Covid-19
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Rumah Sakit Columbia Asia Medan mendirikan tenda darurat untuk screening Covid19 di sebelah ruangan IGD, Selasa (27/7/2021).
Screening merupakan tindakan awal yang dilakukan petugas kesehatan terhadap pasien yang datang ke rumah sakit. Tindakan ini menentukan langkah selanjutnya, apakah pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit khusus rujukan Covid-19, perlu menjalani tes permulaan, atau bisa diperiksa secara umum sesuai dengan keluhan.
Amatan tribunmedan.com, para warga tampak mengantre di meja pendaftaran. Lalu ada tenda trase 1 untuk penyaringan Covid19 hingga tenda rapid test
Terdapat juga tenda konsultasi dokter spesialis, laboratorium hingga pemeriksaan secara drivethru.
Para petugas medis berpakaian APD hijau tampak bertugas baik di meja pendaftaran maupun tenda lainnya.
Direktur RS Columbia Asia Medan, Prof dr Sutomo Kasiman menjelaskan terdapat 5 tenda yang dibangun dengan fungsi yang berbeda-beda khusus penanganan Covid19.
"Memang sengaja kita bangun, ada 5 tenda yang fungsinya berbeda-beda yakni ada untuk pemeriksaan secara drivethru," jelasnya kepada awak media, Selasa (27/7/2021).
Selanjutnya, tenda juga difungsikan untuk konsultasi kasus Covid19 hingga laboratorium.
"Kedua untuk konsultasi kasus-kasus berobat Covid-19. Yang berikutnya untuk screening, selanjutnya untuk administrasi dan laboratorium sederhana," jelasnya.
Sutomo menegaskan bahwa dibangunnya tenda tersebut bukan untuk perawatan pasien covid-19.
"Karena ruangan kami yang telah kita siapkan sesuai anjuran pemerintah 30 persen sudah full. Sementara untuk menscreening yang biasa kami lakukan di bawah tapi karena ada yang menunggu dirujuk jadi kami buat di ruangan itu sehingga kita kekurangan ruangan tempat periksa jadi dibangunlah tenda," jelasnya.
Ia membeberkan bahwa pembangunan tenda ini sangat bermanfaat untuk bisa menyaring pasien dengan benar apakah benar terpapar corona atau tidak.
"Sehingga dengan inilah kita membantu menyeleksi dan kita juga langsung mengkontak rumah- rumah sakit yang bisa menerima pasien covid-19," jelasnya.
Sebab, dokter spesialis jantung ini menjelaskan saat ini jumlah pasien Covid-19 sudah penuh dan berjumlah 64 pasien sesuai bed yang tersedia.
Sementara, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan menyebutkan bahwa tidak mungkin tenda itu tenda darurat Covid-19 sebab ia tidak ada menerima informasi yang demikian dari RS itu.
(vic/tribunmedan.com)