Tawuran dan Penjarahan di Belawan, Pengusaha Depot Air Isi Ulang Ini Minta Pemerintah Beri Rasa Aman
Arman Damanik meminta pertolongan kepada Tuhan agar tidak kehilangan nyawa saat tawuran di Jalan Yos Sudarso pecah, Selasa (21/7/2021)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Arman Damanik meminta pertolongan kepada Tuhan agar tidak kehilangan nyawa saat tawuran di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Belawan Bahari, pecah, Selasa (21/7/2021).
Pengusaha depot air isi ulang ini mengaku berlindung di kamar ketika warga Belawan bentrok.
Akibat tawuran itu, tempat usahanya hancur berantakan.
Pecahan kaca berceceran di lantai teras rumahnya. Kaca depot airnya pecah. Pintu rumahnya yang terbuat dari papan juga hancur.
Saat itu ia sedang membereskan serpihan-serpihan kaca yang masuk sampai ke dalam rumahnya. Terlihat wajahnya begitu lesu.
Bak sudah jatuh tertimpa tangga. Belum lagi lewat masa pandemi Covid-19 yang membuat ekonominya lesu, kini ia justru harus menelan pil pahit karena usahanya telah hancur dalam sekejap.
"Tepat pukul 23.30 WIB bentrokan itu terjadi antar warga. Ada yang masih muda ada juga yang sudah dewasa," katanya.
Bentrokan itu pun tidak sebentar. Pertarungan antar warga itu berlangsung sampai dini hari. Situasi saat itu sangat mencekam. Bahkan pihak kepolisian, katanya, sempat hanya terpaku menyaksikan.
"Sebenarnya polisi sempat menyuruh masyarakat di sini mundur. Tapi pas mundur, Rupanya warga yang datang dari arah Titi Kembar justru semakin mengamuk dan membludak," ungkapnya.
Baca juga: Toko Grosirnya Dijarah Puluhan Pemuda, Opung Simatupang Ketakutan dan Bersembunyi di Kamar
Saat bentrok terjadi, ia berdiam diri di dalam rumahnya. Beruntung saat itu anak dan istrinya sedang di Serdangbedagai. Ia pun mengunci seluruh rumahnya.
Tidak lama terdengar suara lemparan baru yang menyerbu rumahnya. Pintunya pun terdengar ditendang oleh para warga yang sedang tawuran.
Tidak butuh waktu lama, pintu rumahnya yang hanya terbuat dari papan pun hancur. Penjarahan pun dimulai. Itu sekitar pukul 04.30 WIB.
"Saat dijarah aku hanya meminta pertolongan kepada Tuhan agar tidak kehilangan nyawa. Saya berdoa agar mereka tidak menghancurkan rumah," sebutnya.
Ia pun mengatakan pagi ini merasa kehilangan semangat karena ada serangan membabi buta seperti itu.
"Saya tidak tahu apa salah saya kepada mereka. Saya hanya berusaha mencari makan. Bahkan saya hanya ada anak kecil kelas 6 SD dan tidak punya anak remaja. Kenapa mereka menyerang saya. Padahal saya tidak kenal," katanya kesal.
Dia meminta agar pemerintah dapat memberikan rasa aman bagi warga untuk bekerja dan menjalani keseharian.
"Kalau kerugian ini banyak lah! Mulai kaca yang pecah. Seng juga bocor, bahkan tabung gas itu ada di atas. Kerugian capai Rp 8 juta lebih. Ada satu HP diambil," jelasnya.
Selain dia, rupanya usaha yang terletak di sampingnya juga dijarah oleh warga yang bentrok. Dikatakan, usaha warung makan yang ada di sebelah kanan usahanya bahkan perhiasan digondol.
"Selain itu juga uang mereka diambil, dan beberapa barangnya hancur. Waktu itu mereka meninggalkan rumah karena udah ketakutan sekaligus membawa anaknya," ucapnya.
Arman berharap untuk Wali Kota Medan lebih memperhatikan tingkat keamanan karena tawuran di Medan Belawan.
"Jadi agar kami lebih aman cari kehidupan. Bagaimana ke depannya wali kota harus pikirkan strategi untuk menanggulangi itu," tutupnya. (cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tawuran-penjarahan-belawan-2021.jpg)