Fakta Bentrokan di Belawan

DERETAN Fakta Pembakaran Gereja saat Bentrok di Belawan Hingga Turunnya Pasukan Marinir

Berikut ini adalah sederet fakta yang berhasil kami rangkum terkait bentrokan antarkampung di Belawan pada Selasa (20/7/2021) malam

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO
Api dari lemparan bom molotov membara saat bentrokan antarkampung di Belawan pecah, Selasa (20/7/2021) malam. Dalam bentrokan ini, satu unit gereja nyaris terbakar.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Bentrok antarkampung di Belawan yang berujung pada upaya pembakaran gereja pada Selasa (20/7/2021) malam akhirnya berhasil diredam polisi.

Dalam peristiwa ini, ada sejumlah orang diamankan.

Mereka yang diamankan merupakan pelaku pelemparan bom molotov saat bentrokan pecah di Jalan Medan Belawan Km 20,5 Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan pada Selasa (20/7/2021) malam.

Kronologis Kejadian

Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pemicu bentrokan ada du versi.

Dari keterangan warga, bentrokan ditengarai akibat adanya ketidaksenangan antara warga Young Panah Hijau dengan warga kampung Maden Baru.

Pada Selasa (20/7/2021) sore, pemuda dari kedua kampung bertanding bola kaki tak jauh dari Gang Perdamean.

Entah bagaimana, tiba-tiba warga Young Panah Hijau melakukan penyerangan.

Arman Damanik, seorang warga sekaligus korban yang tempat usaha air isi ulangnya rusak akibat tawuran antar pemuda kampung di Kelurahan Bahari, Kecamatan Medan Belawan pada Selasa (20/7/2021) dinihari. Arman meminta Wali Kota Medan memperhatikan keamanan warganya yang kerap terjadi tawuran di wilayah tersebut. Rabu (21/7/2021). (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)
Arman Damanik, seorang warga sekaligus korban yang tempat usaha air isi ulangnya rusak akibat tawuran antar pemuda kampung di Kelurahan Bahari, Kecamatan Medan Belawan pada Selasa (20/7/2021) dinihari. Arman meminta Wali Kota Medan memperhatikan keamanan warganya yang kerap terjadi tawuran di wilayah tersebut. Rabu (21/7/2021). (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

"Saat itu mereka sudah bawa bensin dan senjata tajam. Selain itu juga ada gas air mata," kata Sihite, warga di lokasi bentrokan.

Dari malam hari hingga Rabu (21/7/2021) dinihari, bentrokan semakin meluas hingga pembakaran dan pengerusakan rumah warga.

Bahkan, dalam bentrokan ini, ada gereja yang nyaris dibakar akibat dilempar bom molotov. 

"Sampai pagi lah mereka tawuran," kata Sihite.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan mengatakan bahwa warga yang terlibat bentrokan ini adalah masyarakat Young Panah Hijau dengan Belawan Lama.

Dugaan sementara, bentrokan dipicu adanya aksi saling ejek.

Baca juga: Warga Belawan Sempat Amuk Kapolsek Karena Dianggap Cuma Berdiri-diri Saja di Tengah Bentrokan

"Pemicunya di sini tidak ada masalah, ya kadang melihat-lihat tawuran, karena seberang sungai. Jadi tengah-tengahnya sungai, kanan kirinya itu masyarakatnya," kata Dayan, Rabu (21/7/2021) petang.

Lantaran permukiman warga dipisahkan oleh sungai dan kerap saling ejek, bentrokan pun pecah.

Dia mengatakan, pascakeributan, dirinya turun langsung memastikan kondisi rumah-rumah ibadah yang katanya sempat hendak dibakar.

Menurut Dayan, gereja yantg nyaris terbakar itu memang sempat terkena lemparan bom molotov.

Kebetulan, gereja berada di tengah permukiman warga.

"Jadi gereja itu letaknya di belakang rumah. Mereka (massa bentrokan) melempar rumah-rumah ini jatuh ke gereja sana," kata Dayan.

Dayan menjanjikan, kasus ini akan terus didalami dan pihaknya akan menangkap para pelaku. 

Warga Kena Sabet Parang

Seorang warga yang sempat diwawancarai www.tribun-medan.com mengatakan ada satu orang warga yang telinganya kena sabet parang.

Namun warga tidak tahu persis, siapa nama korbannya dan dimana tempat tinggalnya.

"Ada yang luka kena bacok telinganya. Cuma saya enggak tahu korbannya orang mana," kata warga di lokasi bentrokan. 

Baca juga: Detik-detik Massa Simpatisan Rizieq Shihab Bentrok dengan Polisi, Didapati Pria Bawa Sajam

Petugas kepolisian turun ke lokasi bentrokan di kawasan Belawan, Selasa (20/7/2021) malam. Satu unit gereja nyaris dibakar.(HO)
Petugas kepolisian turun ke lokasi bentrokan di kawasan Belawan, Selasa (20/7/2021) malam. Satu unit gereja nyaris dibakar.(HO) (HO)

Plt Sekretaris Kecamatan Belawan, Robby menjelaskan bahwa korban luka bacok itu adalah warganya.

Menurut Robby, saat kejadian korban tengah mencari anaknya di lokasi bentrokan.

Nahas, korban terkena sabetan parang.

"Yang luka itu ada orang tua yang cari anaknya semalam, satu orang. Luka di telinganya akibat sabetan klewang. Itu warga Lingkungan 13 Kelurahan Belawan Bahari," kata Robby.

Dia mengaku tidak tahu detail kondisi korban, apakah telinganya putus atau tidak.

Namun Robby mendapat laporan korban sudah mendapat perawatan di rumah sakit. 

"Putus tidaknya, saya belum tahu. Tapi langsung dibawa untuk dirawat di RS Mitra Medika," jelasnya. 

Selain warga, aparat kepolisian juga ada yang luka-luka kena lemparan batu dan botol.

"Korban dari kepolisian paling ada luka-luka beberapa," katanya.

Baca juga: Ngaku Tentara Aktif, Pria Berbaju Loreng TNI Berpangkat Letkol Marah-marah pada Masyarakat Belawan

Marinir Turun Tangan

Bentrokan antarkampung di Belawan pada Selasa (20/7/2021) malam benar-benar mencekam.

Selain ada upaya pembakaran gereja, massa juga merusak dan membakar kios milik warga.

Karenab kondisi yang kian tak terkendali, aparat TNI AL Belawan dari satuan Marinir turun tangan.

Marinir membantu polisi meredam situasi di tengah kemelut kekacauan bentrokan antarkampung.

"Kami dibantu Marinir dari TNI," kata Kapolsek Belawan Kompol Daniel Naibaho, Rabu (21/7/2021).

Meski Marinir sudah turun tangan, namun bentrokan masih tetap berlanjut hingga subuh.

Massa saling lempar batu dan menembakkan petasan roket. 

Baca juga: Puluhan Remaja Provokator Tawuran Daerah Belawan Diciduk, Kerap Pamer Senjata Tajam di Medsos

Enam Orang Diamankan

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan mengatakan bahwa pihaknya ada mengamankan enam orang pelaku bentrokan.

Mereka adalah MS (17), K (17), RA (17), AP (17), AA (14) dan BWB (31).

Dari enam orang ini, beberapa diantaranya turut serta membawa bom molotov.

"Untuk otak pelaku berinisial BS masih kami kejar," kata Dayan.

Dia mengatakan, BS lah yang mengajak warga melakukan penyerangan ke kampung Belawan Lama.

BS pula yang menyusun rencana, termasuk merakit bom molotov di kampung Young Panah Hijau.

"Bentrokan ini melibatkan tiga wilayah kecamatan. Kecamatan Medan Marelan, Labuhan dan Belawan," kata Dayan.

Dia pun mengaku tengah memburu BS, karena dianggap sebagai biang kerusuhan.

Baca juga: Polisi Beri Sikap Tegas Kepada Pelaku Tawuran Belawan, Tujuh Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Penjaga Gereja Nyaris Terpanggang 

Rahmi Tampubolon, penjaga gereja di Belawan, persisnya di Jalan Pardamean, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan menceritakan detik-detik api membakar pintu gereja.

Menurut Rahmi Tampubolon, dirinya nyaris tewas terpanggang di dalam Gereja Pentakosta bersama keluarganya, jika saja lamban mengambil tindakan.

Pada Selasa (20/7/2021) malam, ratusan orang terlibat bentrok dan saling serang menggunakan senjata tajam di Jalan Medan Belawan Km 20,5.

Baca juga: BELAWAN MENCEKAM, Rumah Ibadah Nyaris Dibakar, Warga Saling Serang Disaksikan Kapolsek Belawan

Entah bagaimana, tiba-tiba saja ada oknum yang sengaja melempar bom molotov ke arah gereja.

Ledakan bom molotov itu kemudian terdengar oleh anak dan suami Rahmi.

Seketika, anak perempuan Rahmi berlari melihat apa yang terjadi.

"Anak perempuan saya menjerit, 'mak, api'. Gitu katanya," kata Rahmi, Rabu (21/7/2021) sore.

Baca juga: MARINIR Turun Tangan, Setelah Polisi Kewalahan Tangani Bentrok Antarkampung di Belawan

Melihat ada kobaran api di pintu gereja, Rahmi dan suaminya langsung bergegas mengambil air.

Mereka berusaha memadamkan api yang mulai membakar pintu gereja.

Sementara itu, anak perempuan Rahmi sempat kesakitan lantaran matanya terkena kepulan asap dari bom molotov.

"Langsung saya bawa dia ke kamar mandi. Saya siramkan wajahnya itu pakai air," kata Rahmui.

Baca juga: 3 Pelempar Bom Molotov yang Nyaris Bakar Rumah Ibadah di Belawan Ditangkap

Jika saja mereka lambat memadamkan api, mungkin Rahmi dan keluarganya sudah tewas terpanggang.

Di dalam gereja ada juga dua bayi anak Rahmi. 

"Setelah melempar, langsung lari pelakunya kedepan. Kami dengar suara petasan berkali-kali. Enggak habis-habis," kata Rahmi.

Baca juga: TAWURAN di Belawan Pecah saat PPKM Darurat, Anggota Komisi I DPRD Desak Polresta Usut Tuntas Pelaku

Dari amatan www.tribun-medan.com, pintu gereja menghitam.

Lantai depan juga ikut menghitam akibat ledakan bom molotov.

Aksi bentrokan di kawasan Belawan ini sebenarnya sudah sering terjadi.

Bahkan saat bulan Ramadan lalu, bentrokan dan tawuran sudah menjadi tontonan sehari-hari warga Belawan.

3 Kios Dibakar dan 5 Ruko Dirusak

Plt Sekcam Belawan Robby mengatakan ada 3 kios dibakar dan 5 ruko yang rusak parah akibat lemparan batu. 

Tiga kios yang hangus terbakar itu berada di Lingkungan I dan XIII Kelurahan Belawan Bahari. 

"Yang terbakar kios tempel ban yang di pinggir jalan itu, lalu kios makanan di Lingkungan 13, satu lagi kios di Lingkungan 1 kebakar juga," kata Robby.

Dia mengatakan, selain merusak dan membakar kios, massa juga melakukan penjarahan.

Mereka menggasak harta benda milik masyarakat.

Bangun Pos Keamanan

Satuan Polisi Korps Sabhara Polrestabes Medan mendirikan pos keamanan di wilayah yang baru saja berkonflik di Kelurahan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.

Terlihat dua pos dibangun dengan jarak antara 200 meter antar pos satunya.

Salah satu petugas yang berjaga mengatakan mereka baru tiba di lokasi pada sore hari dari Polrestabes Medan.

Mereka di datangkan untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan yang terjadi pada Selasa (20/7/2021) dinihari.

Saat itu, dua kelompok pemuda tawuran di lokasi yang berada di pemukiman warga.

Satu bengkel tambal ban dibakar dan tiga rumah toko (ruko) dirusak. Sementara itu satu tempat ibadah pun nyaris terbakar karena dilempar benda yang diduga bom molotov.

"Tadi kami datang sekitar satu kompi untuk jaga-jaga disini aja soalnya perintah pimpinan takut ada tawuran susulan," kata petugas yang enggan disebutkan namanya. Rabu (21/7/2021).

Pantauan di lokasi kejadian, Satuan Polisi Korps Sabhara Polrestabes Medan datang menggunakan satu mobil water cannon, satu truk Tambora dan dua truk angkut personel dan barang.

Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 18:00 WIB setelah sebelumnya melakukan apel di lapangan merdeka Medan.

Komandan Kompi Sat Sabhara Polrestabes Medan, AKP Jobel Sinaga, mengatakan, satu kompi personel sat Shabara Polrestabes Medan yang berjumlah 30 orang diberangkatkan ke Belawan.

"Iya ini kami lagi bersiap-siap mau ke Belawan. Berdasarkan informasi masih berlangsung," kata Danki AKP Jobel Sinaga saat ditemui di lapangan merdeka.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved