Pria Ini Sengaja Tumpuk Sampah di Rumah, saat Istrinya Sakit, Ia Baru Ungkap Alasan Pilu di Baliknya

Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan menimbun semua hal yang menurutnya berguna.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
SBS
Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan mengumpulkan barang yang dianggapnya berguna. Hingga selama 10 tahun, rumah itu berubah menjadi gunung sampah raksasa. 

TRIBUN-MEDAN.com – Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan menimbun semua hal yang menurutnya berguna.

Karena kebiasaannya itu, rumahnya kemudian berubah menjadi gunung sampah raksasa setelah 10 tahun.

Peristiwa ini terjadi di Korea Selatan.

Menurut informasi yang dibagikan, pria itu bermarga Choi (75) yang tinggal bersama istri dan putranya di sebuah rumah 2 lantai di Provinsi Gwangju, Korea Selatan.

Saat berkunjung ke rumah Choi, banyak orang yang kaget melihat sampah berserakan di mana-mana di dalam rumah.

Rumah Choi ditutupi oleh sampah.

Baca juga: Dulu Kaya dan Terkenal, Artis Cantik Ini Sempat Terpuruk hingga Jadi Tukang Angkut Sampah Demi Hidup

Baca juga: Pria Ini Marah Makanan Pesanannya Ditaruh Dekat Tong Sampah, Sikap Kurir Buat Netizen Berang

Semua pintu masuk dan pintu lainnya ditutupi oleh sampah-sampah itu.

Untuk masuk dan keluar, Anda harus mendaki "gunung sampah" itu terlebih dahulu dan melewati pintu lantai pertama.

Tak hanya itu, pintu itu hanya cukup dilewati untuk orang yang kurus.

Seluruh rumah laki-laki berusia 75 tahun itu hampir tidak memiliki ruang tersisa, sampah menumpuk hingga ke atap, mengeluarkan bau menyengat sementara debu beterbangan. 

Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan mengumpulkan barang yang dianggapnya berguna. Hingga selama 10 tahun, rumah itu berubah menjadi gunung sampah raksasa.
Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan mengumpulkan barang yang dianggapnya berguna. Hingga selama 10 tahun, rumah itu berubah menjadi gunung sampah raksasa. (SBS)

Menurut informan yang mengunjungi rumah Choi, dia hanya duduk sebentar dan merasa sesak napas, serta batuk terus menerus.

Langit-langitnya bobrok, sepertinya bisa runtuh kapan saja. 

Kamar mandi bersebelahan dengan ruang tamu, sampah juga membanjiri lorong. 

Lantainya penuh dengan panci dan wajan, setetes air bocor dari keran tertinggal di dalamnya. 

Istri Choi (70 tahun) akan menggunakan sisa air di panci dan wajan untuk mencuci pakaian. 

Baca juga: Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Tong Sampah Tempat Pakaian Bekas, Diduga Mati Kehabisan Napas

Baca juga: Rasa Curiga Wanita Numpang Buang Air, Muncul Cahaya dari Tong Sampah, Ternyata Ponsel Lagi Merekam

Setelah mandi, dia akan naik ke lantai 2, memanjat "gunung sampah" untuk mengeringkan pakaian.

Menurut tetangga, keluarga Choi telah hidup seperti ini selama beberapa dekade. 

Orang lain sudah berkali-kali menasihati keluarga itu, tapi pria 75 tahun itu tetap suka memungut sampah karena dia suka. 

Tetangga tidak menghentikan Choi setelah itu.

Setiap hari, Choi berjalan-jalan di kota, tidak takut mengaduk-aduk sampah untuk membawa pulang barang-barang yang menurutnya berguna. 

"Apa saja, asalkan digunakan dengan benar bermanfaat, dan sampah hanyalah harta yang salah tempat," katanya.

Diketahui bahwa putra Choi kini berusia 40 tahun dengan berat hampir 100kg. 

Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan mengumpulkan barang yang dianggapnya berguna. Hingga selama 10 tahun, rumah itu berubah menjadi gunung sampah raksasa.
Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan mengumpulkan barang yang dianggapnya berguna. Hingga selama 10 tahun, rumah itu berubah menjadi gunung sampah raksasa. (SBS)

Selama lebih dari setahun, dia tinggal di sebuah kamar di lantai 2 dan tidak pernah keluar. 

Sepanjang hari, dia hanya duduk bersila di kamarnya, tidak mempedulikan semua yang ada di sekitarnya.

Termasuk ayahnya yang membawa pulang sampah setiap hari.

Seluruh keluarga Choi tinggal di kamar kecil putranya, sedangkan kamar lainnya digunakan untuk menyimpan sampah. 

Setiap hari Choi bersama istri dan anak-anaknya makan nasi, sup sayur dan makanan yang dimasak dari rice cooker listrik. 

Beberapa peralatan dapur serta makanan yang diperlukan tersedia di dalam ruangan, yang bisa sampai langsung di tangan.

Baca juga: Sutradara Kawakan Ini Dimutilasi Orangtuanya Karena Menolak Nikah, Mayatnya Dibuang ke Tempat Sampah

Baca juga: Tak Punya Pekerjaan dan Uang Karena Lockdown, Pria Ini Mengais Makanan dari Tempat Sampah

Barang-barang ini juga sekarang dinamai sampah.

Istri Choi mengatakan, rumah itu berisi begitu banyak sampah sehingga serangga muncul di mana-mana. 

Dia sering harus menyemprotkan insektisida, sehingga rumahnya selalu berbau bahan kimia yang menyengat.

Choi dan istrinya baru-baru ini dibawa oleh sebuah badan amal untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. 

Selama pemeriksaan, dokter menemukan bahwa istri Choi mengalami serangan jantung dan semakin lemah. 

Menurut dokter, jika dia bisa hidup di lingkungan yang normal, punya waktu dan ruang untuk berolahraga, semuanya akan jauh lebih baik.

Choi menangis ketika istrinya diperintahkan oleh dokter untuk operasi darurat. 

Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan mengumpulkan barang yang dianggapnya berguna. Hingga selama 10 tahun, rumah itu berubah menjadi gunung sampah raksasa.
Seorang pria berusia 75 tahun memiliki kebiasaan mengumpulkan barang yang dianggapnya berguna. Hingga selama 10 tahun, rumah itu berubah menjadi gunung sampah raksasa. (SBS)

Baru sekarang dia menyadari bahwa jika istrinya hidup di lingkungan yang lebih bersih, penyakitnya tidak akan berkembang sejauh itu.

Sebuah program TV di Korea secara sukarela membantu pasutir ini untuk membersihkan rumah dua lantai mereka. 

Sebuah ekskavator dan 226 relawan dikerahkan untuk membersihkan seluruh 150 ton sampah yang menumpuk dari rumah hingga halaman.

Patut disebutkan bahwa sang anak memprotes, menolak meninggalkan kamarnya.

Dia mengatakan hanya akan memperbolehkan membersihkan halaman depan dan kamar mandi. 

Setelah bernegosiasi sebentar, dia setuju untuk meninggalkan ruangan.

Namun dia tetap mengatakan, bahwa tak apa jika ruangannya dibersihkan, tetapi tidak boleh membuang barang-barang yang diperlukan.

Baca juga: KABAR BAIK, Bobby Nasution Bakal Beri Bantuan ke Pekerja Terdampak PPKM Darurat

Baca juga: Inilah Tempat Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie Jalani Rehabilitasi Usai Ditangkap karena Pakai Sabu

Ini adalah pertama kalinya dia melihat matahari dalam setahun.

Sementara rumah sedang dibersihkan, istri Choi juga menyelesaikan operasinya. 

Choi sekarang berbagi alasan mengapa dia memungut sampah untuk pulang selama ini. 

Ternyata, putranya hanya suka tinggal di rumah untuk hidup dari uang pensiun orang tuanya, menolak keluar untuk mencari pekerjaan.

Choi dan istrinya berulang kali mengingatkannya untuk pergi keluar dan bekerja demi uang, tetapi dia menolak. 

Khawatir setelah kedua suami istri ini nanti meninggal dan anaknya tak punya tempat tinggal, maka Choi mencoba menimbun lebih banyak barang di rumah.

Saat membawa pulang istrinya dari rumah sakit, Choi menitikkan air mata ketika melihat rumahnya yang berserakan sampah kini sudah rapi dan bersih.

Pria berusia 75 tahun itu mengaku belum pernah tinggal di rumah sebersih dan seindah itu, dan berjanji tidak akan memungut sampah lagi.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved