News Video
PPKM DARURAT DI MEDAN, Bobby Nasution Sosialisasi Door to Door ke Sektor Perkantoran Esensial
Penerapan PPKM darurat di Kota Medan berlaku mulai hari ini, Senin (12/7/2021) hingga sembilan hari ke depan pada 20 Juli 2021.
PPKM DARURAT DI MEDAN, Bobby Nasution Sosialisasi Door to Door ke Sektor Perkantoran Esensial
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Penerapan PPKM darurat di Kota Medan berlaku mulai hari ini, Senin (12/7/2021) hingga sembilan hari ke depan pada 20 Juli 2021.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, pihaknya tiga hari ke depan masih akan melakukan sosialisasi terkait pemberlakuan PPKM Darurat tersebut.
"Ada pembatasan yang dilakukan khususnya untuk sektor non esensial. Diwajibkan 100 persen Work From Home (WFH). Sementara untuk sektor esensial nanti akan kami sosialisasikan melalui Disnaker, kita sosialisasikan door to door," kata Bobby saat memimpin apel perdana PPKM Darurat di Lapangan Merdeka Medan, Senin (12/7/2021).
Bobby mengatakan saat ini kondisi Covid-19 di Kota Medan masih meningkat.
"Hari ini status Covid-19 Kota Medan meningkat, dari PPKM Mikro pengetatan dan dimulai hari ini Kota Medan masuk ke PPKM darurat. Sesuai dengan Kemendagri nomor 20 tahun 2021. Agar masyarakat Kota Medan bisa mengikuti PPKM darurat atau tidak semua ini tergantung dengan usaha kita semua," katanya.
Ia pun mengatakan saat ini angka testing harian Kota Medan rata-rata mencapai 280-an.
Namun, hal ini, kata Bobby masih akan dipastikan apakah karena tracing dari Dinas Kesehatan atau angka testing mandiri yang dilakukan masyarakat.
"Memang rata-rata testing kita hari ini sudah 280an. Tapi harus bisa dilihat lagi apakah testing ini kita yang adakan apakah testing yang dilakukan masyarakat secara mandiri," katanya.
Bobby pun meminta Puskesmas yang ada di 21 kecamatan di Kota Medan bisa mengambil perannya dengan baik di masa PPKM darurat.
"Ambil momentum itu, ambil kesempatan. Jika kita berkolaborasi tentu target yang inginkan bisa kita capai," tuturnya.
Ia mengatakan, selain angka testing, pihaknya juga meningkatkan kualitas treatment kepada pasien Covid-19.
"Treatment hari ini harus lebih baik dari sebelumnya. Kita tahu Kota Medan adalah ibukota provinsi, banyak masyarakat yang lalulalang. Ada 2,5 juta penduduk Kota Medan tapi kalau siang bisa mencapai 3 juta penduduk. Oleh karena itu treatment harus bisa kita laksanakan. Apa yang tertuang di PPKM mikro bisa kita ikuti dan kita terapkan dengan baik," jelasnya.
(cr14/tribun-medan.com)