MENGERIKAN Jumlah Kasus Covid Indonesia 'Kalahkan' India, PPKM Darurat Bisa 6 Minggu

Sebaran kasus baru Covid-19 Indonesia, terbanyak di Jawa; DKI Jakarta 14.619 kasus, disusul Jawa Barat dengan 7.942 kasus, Jawa Tengah 2.928 kasus.

Editor: Tariden Turnip
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
MENGERIKAN Jumlah Kasus Covid Indonesia 'Kalahkan' India, PPKM Darurat Bisa 6 Minggu . Tabung oksigen berukuran 1 meter kubik di dalam toko alat-alat kesehatan Royal Alkes, di Jalan Raden Saleh, Medan, Medan (5/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mengerikan, lonjakan kasus Covid-19 Indonesia menembus angka 40 ribu per Senin 12 Juli 2021.

Rekor baru kasus Covid-19 Indonesia, Senin 12 Juli 2021, sebanyak 40.427 kasus baru Covid-19 dengan 891 pasien meninggal.

Lonjakan kasus Covid-19 ini juga untuk pertama kalinya Indonesia mengalahkan laporan Covid-19 India.

Senin 12 Juli 2021, India mencatat 37.154 kasus Covid-19 dengan 724 kematian.

Padahal India punya penduduk 1.4 miliar jiwa sementara Indonesia hanya 276 juta jiwa.    

Memang di masa puncaknya, India sempat mencatat kasus harian 400 ribuan dan angka kematian menembus angka 4000 pasien.

Ini baru angka resmi yang dirilis pemerintah India.

Banyak pihak memperkirakan angka sebenarnya bisa lima kali angka resmi.

Sebaran kasus baru Covid-19 Indonesia, terbanyak di Jawa yakni DKI Jakarta 14.619 kasus, disusul Jawa Barat dengan 7.942 kasus dan Jawa Tengah dengan 2.928 kasus. 

Impor 40.000 Ton Oksigen Cair 

Menyikapi lonjakan Covid-19, Indonesia akan mengimpor 40.000 ton oksigen likuid dalam waktu dekat . 

"Kita proses impor 40.000 ton oksigen likuid untuk kita gunakan ke depan. Kita jaga-jaga. Walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu," ujar Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual pada Senin (12/7/2021).

"Tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di AS, di Inggris, di mana-mana trennya meningkat tajam. Kita lebih baik berjaga-jaga sehingga kita tidak kaget," sambungnya.

Selain itu, Luhut mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah setuju Indonesia mengimpor oksigen konsentrator sebanyak 50.000 unit.

Ilustrasi tabung oksigen -
Ilustrasi tabung oksigen - (IST)

Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi penggunaan oksigen likuid.

"Sekarang kita sudah punya beberapa ribu, mungkin mendekati 10.000 tabung. Itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus (Covid-19) yang ringan," lanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved