FAKTA-fakta Oknum TNI AD Bekingi Adik Larikan Mobil Rental, Kodam Turun Tangan hingga Kata Polisi
Chandra Napitupulu, sang pemilik mobil rental pun mengadukan keduanya ke Polrestabes Medan pada Rabu (7/7/2021).
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN- MEDAN.com - Oknum prajurit TNI AD melakoni hal tak patut yang mengingkari tugasnya sebagai pengayom masyarakat.
Ia membekingi adiknya melarikan mobil sewaan atau mobil rental
Chandra Napitupulu, sang pemilik mobil rental pun mengadukan keduanya ke Polrestabes Medan pada Rabu (7/7/2021).
Berikut Tribun Medan menyuguhkan deretan fakta dari peristiwa miris ini.
1. Kesaksian Korban
Chandra Napitupulu warga Percutseituan melaporkan Sahat Martua Nainggolan (31) seusai mobil Toyota Avanza miliknya dilarikan oleh pelaku ke Polrestabes Medan.
Korban membuat Laporan Polisi Nomor: LP/B/1361/YAN.2.5/K/VII/2021/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 7 Juli 2021 lalu.
Pelaku Sahat Martua Nainggolan merupakan warga Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.
Dalam modusnya, pelaku membawa abangnya seorang anggota TNI AD yang berdinas di Kodam I Bukit Barisan yaitu Victor Marihaot Nainggolan.
Yang dalam kasus ini dijadikan saksi.
Chandra menjelaskan awal mula kasus terjadi dimana terlapor Sahat Martua Nainggolan hendak merental mobil.
Namun karena rumahnya yang jauh, ia membuat kesepakatan agar abangnya yang seorang TNI untuk dijadikan jaminan data.
"Awalnya, adeknya mau rental tapi datanya daerah Tanjung sana. Jadi aku bilang tidak bisa terlalu jauh, ada abangku katanya. Ya udah pakai KTP, KK abang nya, foto abangnya juga ada. Abangnya yang TNI, diurus mereka verifikasi berkas kan ku kasihlah mobil ini tapi yang pakai adeknya itu sekitar 2 Juli lalu," tuturnya, Kamis (8/7/2021).
Kemudian, berselang beberapa hari mobil pertama dengan BK 1582 ACD tersebut kembali.
Selanjutnya, korban menjelaskan si pelaku kembali merental mobil, karena sudah memiliki kepercayaan akhirnya korban menyetujui untuk membawa mobil Toyota Avanza tahun 2018 warna hitam No Pol BK 1469 WL.
Keduanya bertemu Selasa (6/7/2021) di depan stasiun PO Makmur Jalan SM Raja Medan Amplas dengan abangnya yang anggota TNI mengetahui peminjaman tersebut.
"Nah balek mobil itu, setelah itu adeknya hubungi saya lagi mau rental mobil. Itu selang 1 atau 2 hari, mobil yang pertama balik tanggal 2 atau 3 Juli gitu. Lalu adeknya ngerental lagi karena aku udah ada kepercayaan tadi. Abangnya yang pertama udah menjamin amanlah itu pikirku, nah ku kasih ke adeknya serah terima di SM Raja, abangnya hanya mengetahui aja via telfon, oke kata abangnya ya aku kasih ke adeknya," bebernya.
Namun, keesokan harinya, pada Rabu (7/7/2021) mobil tersebut sudah putus dari GPS di arah Besitang Kabupaten Langkat.
Padahal pelaku merental mobil tersebut akan berangkat ke Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
"Ternyata besoknya itu udah putus GPS di daerah Besitang arah Langsa. Mobil itu kan dia bilang mau rental ke Berastagi ternyata lari jalur ke Besitang," bebernya.
Lalu, Chandra langsung menghubungi abang pelaku namun ia berdalih tak mengetahui keberadaan adiknya tersebut.
"Kuhubungi abangnya, kurang tahu aku katanya. Intinya sampai sekarang adiknya enggak bisa dihubungi," bebernya.
2. Sambangi Rumah Orangtua Pelaku
Chandra Napitupulu selaku korban, menuturkan ada keanehan yang terjadi saat ia menyambangi rumah orangtua pelaku.
Chandra menyebutkan bahwa si pelaku pernah datang ke rumah orangtuanya.
"Aku udah datangi rumah orangtuanya juga. Katanya udah jarang komunikasi. Anaknya jarang pulang ternyata. Aku lihat pakai GPS, ada kok kerumah orang tuanya bawa mobil itu," bebernya.
Setelah ia melapor, Chandra mendapatkan fakta baru ternyata sudah ada korban lainnya dari sindikat pelaku Sahat Martua Nainggolan dan juga membawa abangnya seorang anggota tentara.
"Ternyata semalam waktu laporan ke Polres udah ada laporan yang sama mengenai mereka berdua. Status nya modus merental mobil juga. Aku udah minta sama Polres data pelapor yang lain, biar sharing. Cuma sampai sekarang enggak ditanggapi pula sama orang Polres, SPKT-nya yang bilang waktu saya dikonseling," bebernya.
Bahkan, modusnya nyaris sama seperti kejadian yang dialami dirinya.
"Caranya sama. Yang pertama pakai data abangnya dulu full, KTP KK serah terimanya di rumah abangnya yang tentara di Medan Johor rumah dinas Hubdam. Katanya dia dinas di Kodam I Bukit Barisan. Lalu kedua kali, langsung ke adeknya," jelasnya.
3. Kerugian
Akibat kasus ini, korban mengaku mengalami kerugian senilai Rp 140 juta dari mobilnya yang hilang tersebut.
"Aku sampai bilang tadi, kita sesama orang Batak, tolonglah paling tidak lokasi mobilnya. Aku yang nebus pun tidak masalah. Harapanku mereka ya iktikad baik nunjukin mobilnya dimana dan bisa kembali. Kerugian 1 unit mobil Avanza 2018 sekitar Rp 140-an juta," ungkapnya.
Terakhir, Chandra meminta agar kepolisian mengusut kasus ini karena korbannya sudah banyak dan agar jangan menjadikan abangnya yang prajurit TNI sebagai tameng.
"Tapi dia dekat sama abangnya sering komunikasi. Rental pertama dia juga banyak ke rumah abangnya. Dari hilang mobil enggak ada ketemu lagi, keluarganya juga bilang tidak ada pulang. Kalau bisa dikumpulin korban, biar jangan ada lagi kayak mereka gitu. Karena TNI, jadi menggunakan itu sebagai tameng," kata Chandra.
4. Kodam I Bukit Barisan Lakukan Pemeriksaan
Kodam I/Bukit Barisan akhirnya angkat bicara terkait kasus penggelapan mobil yang dilakukan oleh Sahat Martua Nainggolan.
Sahat Martua Nainggolan adalah adik kandung dari Victor Marihot Nainggolan.
Selama ini, Victor Marihot Nainggolan bertugas di Kodam I/BB.
Dalam kasus penggelapan mobil milik warga, Victor Marihot Nainggolan sempat disebut sebagai penjamin.
Victor Marihot Nainggolan juga diduga sengaja melindungi adik kandungnya yang menggelapkan mobil warga.
Kasi Media Online Pendam I/BB, Mayor Inf Masniar mengatakan, saat ini Victor Marihot Nainggolan sedang dalam pemeriksaan.
Victor Marihot Nainggolan langsung di BAP atasan di kesatuannya.
"Makanya ini abangnya sedang diproses, kami BAP dulu," kata Masniar, Kamis (8/7/20210.
Menyangkut kasus penggelapan mobil yang dilakukan Sahat Martua Nainggolan, itu urusan pribadi yang bersangkutan.
Kodam I/BB menyerahkan sepenuhnya kasus itu pada Polrestabes Medan.
"Masalah adeknya urusannya ke polisi," kata Masniar.
Dia pun sempat kesal lantaran Victor Marihot Nainggolan sok-sokan menjadi penjamin.
Sehingga, ketika muncul kasus ini, Victor yang bertugas di Kodam I/BB ikut terseret-seret.
"Ya, anggotanya kami tindak. Maksudnya sekali lagi jangan sampai jamin. Yang kami lakukan tindakan kecil-kecil pun, karena yang pertama sudah tahu adikmu seperti itu, kok masih kau jamin," kata Masniar.
Masniar mengatakan, bahwa Victor Marihot Nainggolan tidak terlibat dalam kasus penggelapan ini.
Dia pun sempat protes kenapa foto Victor Marihot Nainggolan yang tengah mengenakan seragam loreng naik di media massa.
Menurut Masniar, foto yang naik di media massa itu memang benar ketika Victor menjaminkan adiknya.
Namun, kata dia, mobil yang ada di foto itu sudah kembali.
Hanya mobil kedua ini saja yang belum kembali.
"Foto yang pertama itukan mobilnya pulang. Kan bukan mobil ini yang hilang," kata Masniar.
Dia mengatakan, pada kasus kedua ini, Victor tidak ada menjamin.
Pengakuan itu disampaikan Victor ketika di BAP.
"Yang kedua ini tidak ada jamin katanya, dia sedang kita wawancarai tidak ada menjamin,"
"Itu adeknya bandal itu, memang kurang ajar itu," cetus Masniar.
Sebelumnya, kasus ini terungkap pengakuan korbannya Chandra Napitupulu.
Chandra menyebut bahwa modus pelaku Sahat berpura-pura merental mobil.
Di awal peminjaman, memang mobil kembali.
Saat peminjaman rental kedua, mobil tidak pulang.
Ketika pelaku merental mobil, abang pelaku bernama Victor mengetahuinya.
Bahkan, kata Chandra, Victor mengatakan oke ketika ditanya soal rental kedua ini.
4. Polisi Benarkan Ada Korban Lain
Polisi membenarkan kasus penggelapan mobil rental oleh pelaku Sahat Martua Nainggolan (31) bukan hanya satu kali terjadi.
Usai dilaporkan Chandra Napitupulu ke Polrestabes Medan pada 7 Juli 2021 lalu, akhirnya mulai terkuak bahwa ada kasus penggelapan mobil lainnya yang dilakukan terlapor.
Juru Periksa Unit 2 Reserse Polrestabes Medan Jonifer Hutauruk yang menangani perkara korban Chandra Napitupulu membenarkan bahwa
"Ya sudah ada tapi saya enggak tahu laporannya di unit mana," bebernya, Kamis (8/7/2021).
Ia menyebutkan bahwa ada dua orang korban seperti yang terjadi pada Chandra yang dilakukan terlapor Sahat Martua Nainggolan.
"Setahu saya 2 orang," cetusnya.
Sementara, Panit Resmob Polrestabes Medan Jhon Sianturi bahwa dirinya kurang mengikuti kasus tersebut.
"Di serse itu penyidiknya, itu saya kurang 86," bebernya.
Kabag Humas Polrestabes Medan Kompol Riama Siahaan menyebutkan untuk mengkonfirmasi langsung kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Medan.
"Langsung tanyakan ke SPKT saja," cetusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/toyota-avanza_dibawa-kabur_oknum-anggota-tni-ad.jpg)