FAKTA-fakta Oknum TNI AD Bekingi Adik Larikan Mobil Rental, Kodam Turun Tangan hingga Kata Polisi
Chandra Napitupulu, sang pemilik mobil rental pun mengadukan keduanya ke Polrestabes Medan pada Rabu (7/7/2021).
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Randy P.F Hutagaol
"Nah balek mobil itu, setelah itu adeknya hubungi saya lagi mau rental mobil. Itu selang 1 atau 2 hari, mobil yang pertama balik tanggal 2 atau 3 Juli gitu. Lalu adeknya ngerental lagi karena aku udah ada kepercayaan tadi. Abangnya yang pertama udah menjamin amanlah itu pikirku, nah ku kasih ke adeknya serah terima di SM Raja, abangnya hanya mengetahui aja via telfon, oke kata abangnya ya aku kasih ke adeknya," bebernya.
Namun, keesokan harinya, pada Rabu (7/7/2021) mobil tersebut sudah putus dari GPS di arah Besitang Kabupaten Langkat.
Padahal pelaku merental mobil tersebut akan berangkat ke Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
"Ternyata besoknya itu udah putus GPS di daerah Besitang arah Langsa. Mobil itu kan dia bilang mau rental ke Berastagi ternyata lari jalur ke Besitang," bebernya.
Lalu, Chandra langsung menghubungi abang pelaku namun ia berdalih tak mengetahui keberadaan adiknya tersebut.
"Kuhubungi abangnya, kurang tahu aku katanya. Intinya sampai sekarang adiknya enggak bisa dihubungi," bebernya.
2. Sambangi Rumah Orangtua Pelaku
Chandra Napitupulu selaku korban, menuturkan ada keanehan yang terjadi saat ia menyambangi rumah orangtua pelaku.
Chandra menyebutkan bahwa si pelaku pernah datang ke rumah orangtuanya.
"Aku udah datangi rumah orangtuanya juga. Katanya udah jarang komunikasi. Anaknya jarang pulang ternyata. Aku lihat pakai GPS, ada kok kerumah orang tuanya bawa mobil itu," bebernya.
Setelah ia melapor, Chandra mendapatkan fakta baru ternyata sudah ada korban lainnya dari sindikat pelaku Sahat Martua Nainggolan dan juga membawa abangnya seorang anggota tentara.
"Ternyata semalam waktu laporan ke Polres udah ada laporan yang sama mengenai mereka berdua. Status nya modus merental mobil juga. Aku udah minta sama Polres data pelapor yang lain, biar sharing. Cuma sampai sekarang enggak ditanggapi pula sama orang Polres, SPKT-nya yang bilang waktu saya dikonseling," bebernya.
Bahkan, modusnya nyaris sama seperti kejadian yang dialami dirinya.
"Caranya sama. Yang pertama pakai data abangnya dulu full, KTP KK serah terimanya di rumah abangnya yang tentara di Medan Johor rumah dinas Hubdam. Katanya dia dinas di Kodam I Bukit Barisan. Lalu kedua kali, langsung ke adeknya," jelasnya.
3. Kerugian
Akibat kasus ini, korban mengaku mengalami kerugian senilai Rp 140 juta dari mobilnya yang hilang tersebut.
"Aku sampai bilang tadi, kita sesama orang Batak, tolonglah paling tidak lokasi mobilnya. Aku yang nebus pun tidak masalah. Harapanku mereka ya iktikad baik nunjukin mobilnya dimana dan bisa kembali. Kerugian 1 unit mobil Avanza 2018 sekitar Rp 140-an juta," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/toyota-avanza_dibawa-kabur_oknum-anggota-tni-ad.jpg)