Ramai dan Populer, Restoran Ini Ternyata tak Pernah Ganti Kuah Kaldunya Selama 45 Tahun

Jika Anda menemukan restoran unik, apakah Anda akan langsung masuk ke dalam dan mencicipi makanan yang disediakan?

Editor: Liska Rahayu
Bangkok.com
Salah satu restoran di Bangkok, Thailand, tidak pernah mengganti kuah kaldunya selama 45 tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com – Jika Anda menemukan restoran unik, apakah Anda akan langsung masuk ke dalam dan mencicipi makanan yang disediakan?

Jika enak, apakah Anda akan kembali lagi untuk mencobanya kedua atau ketiga kalinya?

Lalu, bagaimana jika Anda tahu ternyata restoran tersebut tidak pernah mengganti kuah kaldu yang merupakan menu andalannya selama bertahun-tahun?

Mungkin Anda akan tidak senang mendengar fakta tersebut meskipun rasa makanannya enak.

Baca juga: Baru 2 Minggu Buka, Restoran Mewah Reino Barack & Syahrini di Puncak Jakarta Sempat Tutup Gegara Ini

Baca juga: GARA-GARA tak Diberi Burger Gratis, Polisi Kerangkeng Semua Staf Restoran Fast Food

Seperti yang terjadi di salah satu rumah makan di Bangkok, Thailand.

Salah satu restoran unik bernama Wattana Panich yang berada di daerah Ekkamai, Bangkok, Thailand, ternyata tidak pernah mengganti kuah kaldu selama puluhan tahun.

Wattana Panich merupakan restoran teramai dan terpopuler di daerah tersebut.

Setiap harinya ratusan pengunjung yang lapar berbondong-bondong datang untuk menikmati sup lezat dan semur.

Namun rahasia hidangan lezat yang disajikan di restoran Thailand ini ternyata bisa membuat banyak orang tidak senang.

Baca juga: Beli Ayam Goreng di Restoran Cepat Saji, Malah dapat Handuk Goreng Tepung

Baca juga: Tiga Juru Masak Restoran Jepang Ngadu ke Disnaker Medan, Dipecat Sepihak dan Tak Digaji

Penasaran apakah itu?

Dilansir melalui Intisari, salah satu hidangan paling populer di Wattana Panich adalah sup mie daging sapi yang dibuat dengan daging sapi rebus, babat, bakso, organ, dan rempah-rempah.

Tetapi bahan yang paling penting adalah kuah kaldunya, yang percaya atau tidak, telah mendidih selama 45 tahun.

Meski kedengarannya aneh, tetapi itu benar adanya.

Alih-alih membuang kaldu sisa setiap malam, pemilik Wattana Panich dengan hati-hati menyaringnya dan menyimpannya untuk digunakan pada sup di hari berikutnya.

Salah satu restoran di Bangkok, Thailand, tidak pernah mengganti kuah kaldunya selama 45 tahun.
Salah satu restoran di Bangkok, Thailand, tidak pernah mengganti kuah kaldunya selama 45 tahun. (Bangkok.com)

Mereka telah melakukan ini setiap hari selama lebih dari empat dekade dan menganggapnya sebagai rahasia utama untuk hidangan lezat mereka.

Wattana Panich mengandalkan metode memasak lama yang dikenal sebagai "rebusan abadi" atau "rebusan pemburu" yang pada dasarnya membiarkan rebusan mendidih terus menerus sambil menambahkan bahan baku ke dalamnya.

Ini memastikan bahwa kaldu menyerap sebanyak mungkin rasa dari bahan-bahannya, membuat hidangan yang digunakannya benar-benar lezat.

Prinsipnya sederhana, semakin lama kaldu mendidih, semakin baik.

Baca juga: Aslinya Lahir di Thailand, Artis Mualaf Ini Masuk UGD Karena Bikin Konten Makan Jengkol Mentah

Baca juga: Tips Menyajikan Buah Naga Sebagai Makanan Pendamping ASI Bayi

Tetapi restoran ini menuju ke arah yang lebih ekstrim.

Menurut BK Magazine, para koki di Wattana Panich mendinginkan kaldu sisa setiap malam dan menyimpannya di lemari es untuk mencegah pembusukan.

Ini digunakan sebagai bahan untuk rebusan hari berikutnya.

Para juru masak menambahkan sekitar 25 kg daging sapi ke rebusan setiap hari.

Rasa yang meresap ke dalam kaldu yang sudah berumur puluhan tahun, terus-menerus meningkatkan rasa hidangan itu.

Nattapong Kaweenuntawong adalah generasi ke-3 dari keluarganya yang menjalankan Wattana Panich, dan berharap bahwa ketiga anaknya akan menjadi yang ke-4.

Baca juga: Artis Cantik Ini Pernah Nekat Kawin Lari saat SMA Lalu Cerai,Kini Bersuami Pengusaha Kaya dan Hijrah

Baca juga: GOSIP Panas Arya Saloka Mesra dengan Amanda Manopo Panggil Sayang di Luar Syuting Akhirnya Bocor

Apa pun yang terjadi, satu hal yang pasti, mereka akan menggunakan kaldu yang sama setiap hari semenjak restoran dibuka di Ekkamai, 45 tahun yang lalu.

Dan jika ada yang bertanya mengenai kerak coklat yang ada di sekitar panci rebusan, itu adalah kesaksian untuk berapa lama kaldu telah digunakan.

Pemilik Wattana Panich menjadikannya tradisi untuk tidak membersihkan spillover kaldu senilai 45 tahun tersebut.

Ini bukan bagian sejarah yang paling higienis, tapi tetap saja sejarah.

(*/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Gridpop.id dengan judul Tak Pernah Ganti Kuah Rebusan Kaldu Selama 45 Tahun, Nasib Restoran Ini Sekarang Bikin Melongo
 

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved