News Video

Gubernur Ganjar Kepergok Makan Bekal di Belakang Mobil Polisi pada Masa PPKM Darurat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo makan bekal di belakang mobil patwal Polisi saat kunjungan kerja ke Pantura Barat

TRIBUN-MEDAN.COM - Pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa dan Bali, pemerintah melarang adanya makan di tempat (dine in).

Setiap pembeli hanya diperbolehkan take away, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Politisi PDI Perjuangan tersebut tidak bisa menyantap makanan di warung/ resto seperti biasanya saat kunjungan kerja.

Video yang diunggah akun instagram @indonesia_opini memperlihatkan Ganjar bawa bekal dari rumah lalu menyantapnya di pojokan dekat mobil patwal polisi.

"Karena tak boleh makan di warung, Gub @ganjar_pranowo bawa bekal sendiri saat kunjungan kerja ke pantura barat. Saat waktu makan tiba, beliau mampir di kantor PJR gerbang tol pemalang untuk makan siang," tulis akun @indonesia_opini.

Di akun instagramnya, Ganjar Pranowo, mengaku masih banyak warung yang tidak tertib di Semarang, Jawa Tengah.

Saat itu Ganjar melakukan sidak dengan sepeda dan jalan kaki.

"Buat sedulur2ku yg berdagang, tolong katakan pada semua pembeli, tidak boleh makan di tempat, wajib dibungkus. Ngoten nggih. Ayo awake dewe kudu selamet," tulis Ganjar.

Perintahkan Lockdown

Perintah tegas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikeluarkan untuk menekan laju penularan Covid-19.

Ia memutuskan untuk melakukan lockdown kepada semua wilayah di Jawa Tengah yang zona merah.

"Saya tidak mau ambil resiko, sudah 25 kabupaten-kota zona merah, maka seluruh RT zona merah lockdown," ucap Ganjar.

"Tidak bisa ditawar-tawar, tidak ada kegiatan keramaian. Kalau masih nekat dibubarkan," tambahnya.

Tonton video:

Baca juga: NAMA GANJAR PRANOWO Semakin Meroket, Prabowo Cenderung Stagnan| Survei Pilpres SMRC Terkini

Baca juga: SOSOK Ganjar Pranowo Populer, Relawan Jokowi Galang Dukungan di Pilpres 2024

Selain perintah untuk memperketat pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, pemerintah kabupaten dan kota diharapkan menerapkan jam malam.

Saat ini, 25 dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah sudah berstatus zona merah Covid-19.

Daerah tersebut adalah Kabupaten Grobogan, Demak, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Pati, Pemalang, Pekalongan, Sragen, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Brebes, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Purworejo, Kudus, Blora, Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo, dan Magelang.

Terkait penularan Covid-19 akhir-akhir ini, Ganjar mengungkapkan, paling banyak berasal dari klaster keluarga.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Jawa Tengah pada Minggu (27/6/2021), daerah yang memiliki penambahan kasus paling banyak adalah Kendal.

"Kendal kasus terbaru tertinggi 164, Kebumen 161, Semarang Kabupaten 98, Kota Semarang 94, dan Batang 69," sebut Ganjar.

Adapun kasus aktif tertinggi di Jawa Tengah yakni masih Kabupaten Kudus.

"Tapi, kasus aktif tertinggi masih Kudus 1.694, Kendal 1.611, Kota Semarang 1.510, Kebumen 1.024, Sragen 907," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved