TRIBUNWIKI
SOSOK Satika Simamora, Istri Bupati Tapanuli Utara, Buat Gerakkan untuk 11 Ribu Pelaku UMKM
Satu hal yang membuat ia bersemangat mendampingi UMKM di Taput adalah kepercayaan dan doa para pelaku UMKM baginya.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULI UTARA - Satika Simamora yang adalah istri Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan punya perhatian khusus di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tapanuli Utara.
Sebagai istri nomor satu di Taput ini ternyata rajin blusukan ke seluruh UMKM di Taput dan secara khusus bagi para penenun ulos.
Satu hal yang membuat ia bersemangat mendampingi UMKM di Taput adalah kepercayaan dan doa para pelaku UMKM baginya.
Baca juga: Mempermudah Transaksi, Bank Aceh Sosialisasikan Pelayanan Action dan Kartu Debit di Medan
"Satu hal yang membuat saya bersemangat adalah bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kebaikan.
Kalau saya baik kepada setiap orang dan bersikap positif maka di dalam diri saya juga akan tumbuh hal baik dan positif," ujar Satika Simamora.
Saat akan sambangi para pelaku UMKM, ia meniggalkan dua anaknya di rumah.
Sebagai seorang ibu, hal ini merupakan sebuah tantangan.
Namun, ia percaya bahwa upayanya senantiasa diberkati Tuhan dan anak-anaknya akan dalam keadaan baik-baik saja.
"Saya sayang banyak orang, dan aku yakin Tuhan akan sayang sama anak saya. Cepat atau lambat, Tuhan akan jawab," sambungnya.
Segala pikirannya tercurah bagi keberlangsungan UMKM di Taput. Sebagai seorang ketua TP PKK sekaligus Dekranasda.
Bahkan, ia harus membuat motif atau desain yang ingin ditawarkan kepada setiap pelaku UMKM setelah melihat trendy seputar busana dan kerajinan tangan berbahan dasar ulos.
Baca juga: Sopir Pajero Terancam 3 Hukuman Berlapis karena Rusak hingga Aniaya Sopir Kontainer
"Kadang, saya juga kasih motif, desainnya untuk pelaku UMKM kita agar bisa diproduksi para pelaku UMKM. Karena hasilnya kan dari hand made. Maka, harga pun tergantung selera pelanggan. Ada uang, ada barang," terangnya.
Dengan melihat ini, ia juga telah membuat spesifikasi para pengrajin. Misalnya untuk motif ulos ikat ada di Desa Muara.
Sementara, untuk songket ada di Kota Tarutung; Siatas Barita dan Sipoholon. Dan, sejumlah UMKM lainnya tersebar di sejumlah kawasan Tapanuli Utara.
"Saya buat jadi tas, masker. Desainnya kita buatkan. Kalau soal market, semuanya kita promosikan. Kalau untuk motif ulos ikat ada di Muara. Kalau untuk motif songket adanya di Kota Tarutung; Diatas Barita dan Sipoholon," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/istri-bupati-taput-nikson-nababan.jpg)