Varian Delta

Kenali Gejala Infeksi Covid-19 Varian Delta, Varian Alpha dan Varian Beta

Melonjaknya penularan virus corona penyebab Covid-19 membuat semua pihak perlu mengetatkan protokol pencegahan.

Tayang:
Uang Sharma/AFP
SELAIN COVID-19, India Diserang Penyakit Jamur Hitam Mirip Corona. Dok FOto Pasien Covid-19 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus Covid-19 di Indonesia memecahkan rekor. Dalam sehari sebanyak 21.095 kasus positif menambah sesak rumah sakit penanganan Covid-19.

Tren kasus pada pekan terakhir Juni 2021, semakin meningkat.

Masyarakat kini dihantui wabah yang belum tertuntaskan, ditambah kekhawatiran varian Covid-19 yang bermutasi sudah ada di Indonesia.

Pada Sabtu (26/6/2021) Indonesia mencatatkan rekor penambahan kasus Covid-19 tertinggi, yakni 21.095 kasus dalam sehari.

Melonjaknya penularan virus corona penyebab Covid-19 membuat semua pihak perlu mengetatkan protokol pencegahan.

Langkah pencegahan termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala yang identik dengan infeksi virus corona.

Gejala biasanya muncul pada periode masa inkubasi, atau sekitar 2-14 hari setelah terpapar virus corona.

Gejala umum yang muncul pada orang yang terinfeksi virus corona, meliputi:

Batuk kering. Seseorang yang terpapar virus corona akan merasakan batuk yang sangat mengganggu, terasa seolah berasal dari sesuatu yang jauh di dalam dada.

Sesak napas. Gejala ini biasanya muncul sebagai tanda penyakit telah mencapai tahapan serius, dan bisa muncul tanpa diiringi dengan batuk.

Demam. Seseorang yang terinfeksi Covid-19 umumnya mengalami demam dengan suhu di atas 37,7 derajat celsius.

Menggigil. Infeksi Covid-19 umumnya menyebabkan gejala kedinginan hingga menggigil, sakit di sekujur tubuh, dan demam tinggi saat malam hari.

Kelelahan. Rasa lelah ekstrem akibat Covid-19 biasanya disertai gejala lain seperti nyeri otot dan sakit tenggorokan.

Anosmia. Gejala ini adalah hilangnya kemampuan mencium bau dan mengecap rasa, yang membuat penderita Covid-19 mengalami penuruanan nafsu makan.

Mulut kering dan sariawan. Gejala ini terjadi akibat kelenjar ludah di mulut tak menghasilkan cukup air liur, yang berfungsi menjaga area mulut tetap basah.

Gejala terkait varian baru

Virus corona penyebab Covid-19 terus bermutasi dan menghasilkan varian-varian baru, yang memiliki karakteristik masing-masing.

Sejauh ini sudah ada 11 varian virus corona yang berhasil diidentifikasi dan diberi nama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kesebelas varian yang diberi nama sesuai alfabet Yunani itu adalah Alpha, Beta, Gamma, Delta, Epsilon, Zeta, Eta, Theta, Iota, Kappa, dan Lambda.

Dari 11 varian tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa tiga varian, yakni Alpha, Beta, dan Delta, telah menyebar di Indonesia.

Varian Alpha

Diberitakan Kompas.com, 4 Maret 2021, varian Alpha lebih menular, sekitar 50 persen, dibanding strain aslinya.

Adapun gejala yang terkait dengan varian Alpha tidak jauh berbeda dengan infeksi Covid-19 pada umumnya, seperti yang telah disebutkan di atas.

Varian Beta

Sama seperti varian Alpha, varian Beta juga memiliki kemampuan penularan lebih cepat.

Gejala yang ditimbulkan varian ini tidak jauh berbeda dengan infeksi Covid-19 pada umumnya, tetapi mutasi varian ini tergolong cukup berbahaya.

Mutasi pada varian Beta, yang disebut sebagai mutasi E484K, dapat meningkatkan peluang virus menghindari sistem kekebalan seseorang, dan dapat memengaruhi seberapa efektif vaksin virus corona bekerja.

Varian Delta

Diberitakan Kompas.com, Kamis (17/6/2021) varian Delta memiliki sejumlah karakteristik mutasi, yang membuat varian tersebut berbeda dan lebih berbahaya dibanding strain asli.

Gejala varian Delta sebagaimana disampaikan oleh profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di Johns Hopkins Universiy, Dr. Bhakti Hansoti meliputi:

Sakit perut

Hilangnya selera makan

Muntah

Mual

Nyeri sendi

Gangguan pendengaran

Sementara itu, Profesor Epidemiologi Genetika di King's College London, Tim Spector mengatakan, gejala Covid-19 yang sebelumnya dianggap umum, seperti batuk dan kehilangan penciuman, justru lebih jarang terjadi pada orang yang terinfeksi varian Delta.

Tim menyebutkan, beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita Covid-19 varian Delta, yaitu sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

(*/ Tribun-Medan.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved