Kasus Dugaan Penganiayaan

SADIS, Anggota TNI AL TBA Disebut Aniaya Kelompok Tani, Korban Matanya Disundut Rokok

Ketua Kelompok Tani Mandiri Wahyudi mengaku anggotanya dianiaya anggota TNI AL Tanjung Balai Asahan, bahkan dipukuli besi

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Warga Desa Pembangunan Dusun 14, Sungai Kepayang, Kabupaten Asahan mencari keadilan ke Markas Pom AL Lantamal Belawan, Jumat (25/6/2021).(TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Warga Dusun 14, Desa Pembangunan, Sungai Kepayang, Kabupaten Asahan mendatangi Markas Polisi Militer Lantamal I Belawan.

Mereka hendak mencari keadilan, karena sebelumnya mengaku telah diserang dan dianiaya anggota TNI AL Tanjung Balai Asahan (TBA).

Saat melapor ke Markas POM AL, Wahyudi, Ketua Kelompok Tani Mandiri mengatakan insiden penyerangan dan penganiayaan ini berawal ketika pasukan Lanal TBA hendak menertibkan sejumlah preman di areal yang dikelola kelompok tani.

Belakangan, anggota Lanal TBA justru menganiaya anggota Kelompok Tani Mandiri.

Baca juga: Kasus Kriminalisasi Kelompok Tani Nipah Tanjung Pura Dibahas Kemkumham Provsu

Ada enam orang anggota kelompok tani yang mendapat kekerasan. 

"Enam orang anggota kami digebuki hingga babak belur, ada yang matanya dilukai dengan api rokok, dan ada yang dipukul dengan besi," kata Wahyudi, Jumat (25/6/2021). 

Dia mengatakan, aksi penganiayaan dilakukan di sel POM AL Lanal TBA.

Di sana teman-temannya yang merupakan anggota kelompok tani disiksa sedemikian rupa. 

Sehingga, keenam orang anggota kelompok tani itu babak belur dan nyaris tidak bisa melakukan aktivitas.

Sementara itu, Tri Purnomowidodo, selaku kuasa hukum kelompok tani mengatakan kasus penganiayaan terjadi pada Kamis (17/6/2021) lalu.

Baca juga: Kelompok Tani Nyaris Bentrok dengan OKP Loreng Oranye di Jalan Meteorologi Raya

Saat itu ada sengketa lahan yang lokasinya berada di dekat areal kelompok tani.

Entah bagaimana, justru anggota kelompok tani yang kena sasaran anggota Lanal TBA.

Maka dari itu, dia bersama anggota kelompok tani melaporkan kejadian ini pada POM Lantmal I Belawan.

Besar harapannya, ada titik temu menyangkut masalah penyiksaan ini. 

"Rekan-rekan kelompok tani mandiri sudah mendatangi POM AL Belawan. Kami berharap jalan mediasi sesuai yang kami harapkan, agar pihak Lanal TBA mau meminta maaf dan menyesali kejadian ini,"

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved