BI Dorong UMKM Go Ekspor, Gelar Event Promosikan Produk Unggulan

Bank Indonesia dan kita semua dalam mendorong akses ke pasar global atau ekspor UMKM atau UMKM Go Ekspor.

Editor: Eti Wahyuni
Tribun-medan.com/Kartika Sari
Pengunjung saat melihat produk UMKM saat acara Pemasaran Produk di Manhattan Times Square beberapa waktu lalu.(Tribun-medan.com/Kartika Sari) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 70 pelaku UMKM di Sumut mengikuti pelatihan Kelas Ekspor untuk UMKM yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumut (DJBC Sumut) secara virtual, Selasa (22/6/2021).

Pelatihan ini didukung Balai Besar Karantina Pertanian Belawan (BBKP Belawan), Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan I (BKIPM I Medan), serta KPw BI Provinsi Sumut yang dilaksanakan pada 22-24 Juni 2021 mendatang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong UMKM dapat menjangkau pasar ekspor.

"Pelatihan kelas ekspor bagi UMKM yang diselanggarakan ini sangat relevan dan diperlukan untuk mendorong ekspor produk-produk UMKM terutama dari wilayah Sumatera Utara. Kegiatan ini tentunya sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah, Bank Indonesia dan kita semua dalam mendorong akses ke pasar global atau ekspor UMKM atau UMKM Go Ekspor," ungkap Soeko.

Baca juga: Mandiri Region Sumatera Ringankan Cicilan Ribuan Debitur, 90 Persen Didominasi Pelaku UMKM

Berdasarkan data yang dipaparkan Soeko, pelaku UMKM begitu berperan dalam perekonomian Indonesia, baik dari sisi jumlah, kontribusi terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, maupun porsi terhadap ekspor nonmigas.
"Pangsa UMKM mencapai sekitar 64,19 juta unit usaha atau 99,99 persen dari populasi perusahaan di Indonesia. Selain itu berkontribusi sekitar Rp 5.721,14 triliun atau 57,24 persen dan terhadap PDB, Menyumbang sekitar Rp 293.840,9 miliar atau 14,37 persen terhadap ekspor nonmigas," ujarnya.

Dalam pelatihan selama tiga hari ini, 70 pelaku UMKM akan mendapatkan beragam materi agar dapat memulai mempersiapkan tahapan ekspor mulai dari perizinan, manajemen pengelolaan, dan lainnya.

"Pelaku UMKM akan memperoleh pengetahuan dari narasumber yang mumpuni terkait Perizinan Usaha dan Pengenalan Akutansi Laporan Keuangan, Tatalaksana dan Perizinan Ekspor Produk Pertanian dan Perikanan, serta Tutorial Pengisian Modul Pengguna Jasa dan Modul Ekspor," ujar Soeko.

"Pengetahuan semacam ini begitu penting dan diperlukan dalam rangka mempersiapkan dan mendorong Bapak/Ibu pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar luar negeri," lanjutnya.

Ada pun untuk mendorong UMKM Go Ekspor, Bank Indonesia bersinergi dengan berbagai pihak melakukan berbagai program, diantaranya melakukan event untuk mempromosikan produk-produk unggulan.

"Kita turut menyelengarakan berbagai event promosi seperti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) untuk level nasional, pameran Karya Kreatif Sumatera Utara untuk level wilayah, berbagai kegiatan dalam rangka business matching dengan potensial buyer luar negeri bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di luar negeri. Serta mengikutsertakan UMKM binaan pada beberapa event promosi internasional baik yang berlangsung di dalam negeri amupun di luar negeri, seperti pameran New York Now, sebuah pameran kriya terbesar di USA," jelasnya.

Selain itu, Bank Indonesia menetapkan peta jalan pengembangan UMKM dengan membagi UMKM ke dalam 4 level, yaitu UMKM Potensial, UMKM Sukses, UMKM Digital dan UMKM Ekspor.

Penetapan level UMKM dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa kriteria antara lain omset, akses pasar, metode pemasaran (offline, online) dan mitra.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved