News Video
Detik-detik Janda Bolong dan 11 Bunga Hias Puluhan Juta Raib Dicuri di Tanjung Morawa
Belasan bunga hias yang berada di Jalan Sultan Serdang, Gang Murni, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, hilang dibawa kabur.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: M.Andimaz Kahfi
Detik-detik Janda Bolong dan 11 Bunga Hias Puluhan Juta Raib Dicuri di Tanjung Morawa
TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGMORAWA - Belasan bunga hias yang berada di Jalan Sultan Serdang, Gang Murni, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, hilang dibawa kabur pencuri.
Pencurian ini sendiri terekam CCTV pemilik bunga hias tersebut. Diketahui kejadian ini terjadi pada (13/6/2021) sekitar pukul 03.31 WIB.
"Sekitar jam 03.31 WIB habis semua bunga kita diambil sama pencuri ini tadi. Semuanya 11 bunga yang hilang. Pelaku dalam melakukan aksinya dua kali balik untuk mengambil bunga yang di curinya di halaman rumah saya," kata Akhmad Suhardi pemilik bunga hias, Minggu (20/6/2021).
Lanjut Suhardi, sebelum kehilangan 11 bunganya, dulu ia juga pernah kehilangan bunga sebanyak enam pot.
"kita pasang CCTV ini, dulu kita pernah kehilangan juga, sekitar enam pot yang hilang. Bunga yang di curi ini hampir rata-rata harga di atas Rp 4 juta," ujar Suhardi.
Sedangkan yang dicuri baru-baru ini dicuri, Tegas Suhardi, yang paling mahal ialah bunga jenis dewi hughes yang dibeli seharga Rp 2.650.000.
"Dewi Hughes paling mahal, itu saya ambil inden. Pencuri ini enggak mencuri di rumah saya aja. Ada di dekat sini juga yang dicurinya," katanya.
Dari 11 jenis bunga hias yang hilang, Suhardi menuturkan di antaranya yang hilang ialah, bunga janda bolong, dewi hughes, red sumatra, kochin tembaga yang import punya.
"Kalau ditotalkan kerugiannya diatas puluhan juta lah," ujar Suhardi.
Suhardi mengetahui bunga hiasnya hilang sekitar jam 05.00 WIB pagi. Begitu ia bangun tidur, ia ngelihat di teras rumahnya sudah berantakan saja.
"Bangun-bangun tidur, kok semua pot-pot di sini berantakan, langsung kita lihat CCTV, nampak lah yang curi," ujar Suhardi.
Sementara itu, atas kejadian ini, Suhardi belum ada membuat laporan ke polisi.
"Saya mau lihat ada tidak etikat baik dia untuk mengembalikan bunganya. Kalau tidak ada baru kita laporin. Ini memang dia-dia saja pelakunya, mungkin yang nyuri kereta di masjid dekat sini, dia juga orangnya. Payah kalau orang sudah menggunakan narkoba," ujar Suhardi.
Dari rekaman CCTV, tampak Palaku melakukan aksinya berjumlah dua orang, yang di mana pelaku yang satunya lagi menunggu di sepeda motor.
"Pelaku ini cepat sekali melakukan aksinya, macam kayak cabut ubi cepat sekali," tutup Akhmad Suhardi.
(cr23/tribun-medan.com)