Anggota DPR RI Kena Tipu
Mengaku Keturunan Ratu Pantai Selatan dan Tipu Anggota DPR RI Modus OTT KPK, Ini Fakta Sidangnya
Anggota DPR RI dari Partai NasDem Rudi Hartono bangun kena tipu perempuan yang ngaku keturunan Ratu Pantai Selatan
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Siska Sari, perempuan yang mengaku keturunan Ratu Pantai Selatan dan tipu anggota DPR RI modus OTT KPK kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Kali ini, sidang beragendakan mendengar keterangan saksi.
Adapun saksi yang dihadirkan yakni Liza Handayani.
Liza Handayani merupakan teman dari Siska Sari.
Dia pula yang mengenalkan Siska Sari dengan anggota DPR RI dari Partai NasDem Rudi Hartono Bangun.
Baca juga: TERNYATA Sekda Nias Utara Booking 5 Wanita Cantik Untuk Rayakan Kenaikan Pangkat
Sebelum Siska Sari menipu Rudi Hartono Bangun dengan menggasak uang korban senilai Rp 4 miliar, Liza Handayani mengatakan bahwa keduanya sempat berpacaran.
"Saya tau Siska dan Rudi berpacaran hingga mereka sering jalan bareng. Saya lihat gerak-geriknya bahwa mereka berpacaran,"
"Mereka mesra. Pihak keluarga (Siska) juga tahu bahwa mereka berpacaran," kata Liza di hadapan hakim ketua Tengku Oyong di ruang Cakra IV PN Medan, Rabu (16/6/2021).
Meski demikian, saat itu Liza hanya tahu bahwa status Rudi sebagai freeman, sedangkan Siska masih gadis.
Tidak hanya itu, Liza juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah diajak Siska dan Rudi untuk jalan-jalan ke Jakarta, Bali dan Bandung.
Baca juga: Oknum PNS Bolos Kerja setelah Diperiksa Kejari, Wali Kota Binjai: Kalau Tak Bisa Dibina, Binasakan!
"Sebelum keduanya berpacaran, saya yang mengenalkan Rudi kepada Siska di Cambridge. Siska merupakan adik kelas saya saat SMA. Sementara Rudi, teman bisnis saya untuk membuka cafe," beber Liza.
Liza menjelaskan dirinya sering jalan bareng dengan Siska karena kerja sama.
Dia dan Siska sama-sama jualan online seperti tas, baju, serta parfum.
"Saat itu, Rudi nelpon dan ngajak bertemu untuk membicarakan rencana tentang buka bisnis cafe. Di cafe itu, Siska juga ada, tapi dia hanya diam saja," pungkas Liza.
Seiring berjalannya waktu, handphone milik Liza hilang sehingga dia putus komunikasi dengan Rudi.
Ketika ditanya majelis hakim tentang adanya ritual berbau mistis seperti ayam serba hitam yang dijadikan sebagai tumbal, Liza mengaku tidak tahu.
Baca juga: Anggota DPR RI Ini Disebut Jual Porsche dan Land Cruiser, Uangnya untuk Beli Ayam Hitam
Usai mendengarkan keterangan Liza, majelis hakim mengkronfontirnya.
Siska Sari membenarkan keterangan Liza.
Hingga akhirnya majelis hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya.
Sementara itu, dalam dakwaan JPU Rahmi Shafrina disebutkan, kasus ini berawal pada tahun 2016.
Kala itu Siska sering bercerita kepada Rudi Hartono Bangun tentang hal gaib, dimana Siska Sari mengaku bahwa kakek buyutnya menikah dengan Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul.
Baca juga: Halim Menangis Haru Divonis Bebas Hakim, Tak Terbukti Tipu Anggota DPR RI Rudi Hartono
Karena masih ada keturunan Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul yang disebutnya Uti, Siska Sari mengaku memiliki indra keenam (Indigo) dan dapat melihat hal-hal gaib terhadap Rudi Hartono Bangun.
Pada Februari 2017, Siska menyampaikan bahwa Rudi Hartono Bangun sedang diincar KPK untuk menjadi target operasi tangkap tangan (OTT).
"Kesalahannya apa saya? Coba bacakan kalau jin itu bisa ngelihat enam item kesalahan saya itu," tanya Rudi.
Beberapa hari kemudian, Rudi Hartono Bangun diajak bertemu oleh Siska Sari di Hotel Four Point Jalan Gatot Subroto Medan.
Di situ Siska menyampaikan bahwa Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul ingin bertemu dengan Rudi.
Baca juga: Terdakwa Penipu Anggota DPR RI Jadi Tahanan Kota, JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi
Lalu, Rudi masuk ke kamar hotel berdua dengan Siska untuk melakukan ritual.
"Tiba-tiba, Siska tersentak dan membuka matanya dan berkata dengan logat jawa 'Ini aku, Uti. Apa kabar Di ?'. Korban menjawab 'Iya Uti, sehat'. Lalu, Siska yang seolah-olah kerasukan berkata 'Hati-hati kamu, memang kamu lagi diincar'.
Korban bertanya 'Bagaimana supaya aman ?'. Siska menjawab 'Nanti kutanya sama buyutnya, dia punya jin-jin yang bisa bantu'.
Tidak berapa lama, Siska tersentak dan tertidur seperti pingsan," terang Rahmi.
Beberapa hari kemudian, Siska menelpon Rudi dan berkata bahwa jin-jin anak buahnya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
Tapi syaratnya, harus ada bayi merah baru lahir yang jadi tumbal.
Baca juga: Tipu Anggota DPR RI Hingga Miliaran, Halim Wijaya Dituntut 3 Tahun 8 Bulan
Namun, Rudi bingung kemana harus dicari tumbal tersebut.
Selang beberapa hari, Siska mengatakan tumbal bisa diganti dengan ayam hitam yang bisa dibeli di Tanjungmorawa.
Siska mengatakan harga ayamnya Rp 7 juta/ekor.
"Korban diminta untuk mengirimkan uang ke rekening Bank BCA milik Halim Wijaya yang merupakan teman baik Siska," ungkap JPU.
Seminggu kemudian, Siska kembali menelpon Rudi dan mengatakan akan ada tiga orang lagi yang datang.
Rudi kembali diminta mengirimkan uang untuk membeli ayam hitam.
Baca juga: Anggota DPR RI Delia Pratiwi Sitepu Ikut Mencari 3 Bocah yang Hilang Misterius di Langkat
Dengan tujuan sama yaitu untuk ritual jin yang akan mencegah KPK.
Beberapa minggu kemudian, korban kembali mengirimkan sejumlah uang ke rekening milik Siska.
"Dalam urusan ritual itu, Siska meminta sejumlah uang sebanyak sekitar 10 kali. Sampai pada Maret 2018, Rudi selalu diminta oleh Siska untuk mengirimkan sejumlah uang dengan alasan sama," cetus Rahmi.
Karena kehabisan uang, Rudi menjualkan satu unit mobil Toyota Land Cruiser Nopol BK 1000 GI warna hitam dengan harga Rp 800 juta.
Selain itu, Rudi juga meminjam uang Rp 1.300.000.000, dengan jaminan BPKB mobil.
Baca juga: Artis Sekaligus Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Sempat Kesulitan Jalan akibat Cedera, Ini Penyebabnya
Uang tersebut kembali dikirim ke rekening milik Siska dan Halim.
Sekitar Mei 2018, Rudi mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Lalu, Rudi menemui alim ulama dan bercerita tentang masalahnya.
Alim ulama tersebut mengatakan bahwa Rudi sudah dibodohi dan ditipu.
Baca juga: Dua Anggota DPR RI Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Kader Gerindra dan PDIP, Di Antaranya PDP Corona
Secara baik-baik, Rudi mencoba meminta kepada Siska untuk mengembalikan uangnya.
Namun, Siska malah marah dengan alasan bahwa dia telah membantu Rudi.
Sekitar Agustus 2019, Siska memblokir telpon Rudi hingga dia melaporkan perbuatan Siska ke pihak yang berwajib.
"Akibat perbuatan Siska dan Halim Wijaya, Rudi Hartono mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp 4.022.650.000," pungkas Rahmi.(cr21/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anggota-dpr-ri-kena-tipu.jpg)