News Video
Dinas Pendidikan Kota Binjai Mengaku Siap Melaksanakan Belajar Tatap Muka
Pada uji coba, pihaknya memberlakukan dua jam saja waktu belajar kepada murid. Secara bergantian, murid akan masuk belajar, setelah dua jam pertama
Penulis: Satia |
Dinas Pendidikan Kota Binjai Mengaku Siap Melaksanakan Belajar Tatap Muka
TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI - Dinas Pendidikan Kota Binjai, mengaku siap melaksanakan belajar secara tatap muka, pada Juli mendatang.
Perihal ini didasari, lantaran pihaknya sudah melakukan uji coba belajar tatap muka di Sekolah Menegah Pertama (SMP) 15.
"Untuk tatap muka kita sudah siap, ini dibuktikan kita melakukan uji coba terhadap SMP Negeri 15," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sri Ulina Ginting, Jumat (11/6/2021).
Dalam tahap uji coba, kata dia murid sudah mulai mengikuti aturan protokol kesehatan. Di mana, saat belajar wajib mengenakan masker dan menjaga jarak antara sesama.
"Dimana murid mencoba melakukan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Mereka menjaga jarak, satu murid satu meja dan tidak lagi bergabung," ucapnya.
Selain itu, kata dia seluruh murid dan guru wajib mencuci tangan sesudah ataupun sebelum dilakukan belajar. Perihal ini, menurut Lina, agar ruangan tetap steril.
Pada uji coba, pihaknya memberlakukan dua jam saja waktu belajar kepada murid. Secara bergantian, murid akan masuk belajar, setelah dua jam pertama habis.
"Hanya dua jam belajar dan masuk pada tahap kedua," ujarnya.
Untuk saat ini, Dinas Pendidikan Kota Binjai masih menunggu petunjuk dan teknis dari pemerintah pusat. Tentang, bagaimana nantinya sekolah akan dibuka pada Juli mendatang.
"Kita Menunggu imbauan dari pemerintah mengenai teknis, berapa jumlah datu kelas," jelasnya.
Wanita berhijab ini kemudian mengatakan, seluruh pengelola sekolah yang ada di Kota Binjai menyatukan suara agar mempercepat proses belajar mengajar secara tatap muka.
"Pengelola sekolah sudah siap, saya menyarankan setiap depan kelas ada tempat pencuci tangan," ungkapnya.
Dirinya menyarankan kepada seluruh pengelola sekolah di Kota Binjai, bila sekolah buka Juli, agar meniadakan kegiatan luar mengajar, seperti ekstrakurikuler.
Selain itu, ia juga meminta agar tidak ada pun datu kantin buka, sebelum instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi.
"Kemudian, kegiatan luar belajar ditiadakan dulu.
Kemudian kantin jangan dibuka dulu, sebelum Pemerintah pusat memberikan izin," ungkapnya.
Terpisah, kata dia saat ini para tenaga pengajar di Kota Binjai, sudah sebagai mendapatkan vaksinasi. Artinya, jelang bulan Juli, seluruh tenaga pengajar sudah semuanya disuntikkan vaksin.
(Wen/Tribun-Medan.com)