SERANGAN Kilat Israel ke Palestina, 2 Tentara Palestina dan Satu Pejuang Tewas
Pasukan Israel terlihat meninggalkan kota Jenin tanpa disadari warga setempat telah terjadi baku tembak, dikira hanya kecelakaan lalu lintas.
TRIBUN-MEDAN.COM - Pasukan khusus antiteror Israel mengadakan serbuan kilat ke wilayah Palestina di utara Tepi Barat yang dikuasai Otoritas Palestina (PLO), Rabu malam 9 Juni 2021.
Serangan kilat Israel ini menewaskan dua tentara Otoritas Palestina dan seorang anggota Jihad Islam Palestina (PIJ) Jamil Al-Amouri, yang menjadi buruan militer Israel.
PIJ adalah sekutu Hamas dalam menghadapi serangan Israel di Jalur Gaza.
Kedua tentara Palestina adalah Letnan Adham Aliwi, 23, dari desa Zawata dekat Nablus, dan Kapten Taysir Issa, 33, dari kota Sanur dekat Jenin.
Keduanya tewas dalam baku tembak dengan pasukan khusus Israel yang dikenal dengan akronim Ibraninya Yamam di luar markas besar markas Unit Intelijen Militer PLO di Jenin.
Radio Angkatan Darat melaporkan pada Kamis pagi bahwa pasukan khusus Israel memasuki kota Jenin untuk mengejar dua buruan yang selama ini melakukan terorisme di Israel.
Pasukan militer PLO yang melihat pengejaran mulai menembaki pasukan Israel yang dibalas militer Israel.
Pasukan Israel terlihat meninggalkan kota Jenin tanpa disadari warga setempat telah terjadi baku tembak, dikira hanya kecelakaan lalu lintas.
PIJ mengeluarkan pernyataan berkabung atas kematian Jamil Al-Amouri dan perwira intelijen militer Palestina Kamis pagi.
Menurut pernyataan itu, Jamil Al-Amouri adalah anggota Brigade Al-Quds dan dicari oleh Israel setelah melakukan "banyak operasi komando di utara Tepi Barat."
Seorang juru bicara Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengutuk insiden itu, menyebutnya sebagai "eskalasi berbahaya Israel" dan peringatan "dampak," menurut kantor berita Palestina WAFA.
Juru bicara itu menganggap pemerintah Israel bertanggung jawab atas insiden itu, memperingatkan bahwa itu akan menyebabkan ketegangan dan eskalasi yang berbahaya.
Juru bicara itu juga meminta masyarakat internasional untuk "memberikan perlindungan bagi rakyat Palestina."
Setelah insiden itu, puluhan warga Jenin turun ke jalan dengan membawa bendera Palestina, meneriakkan "Allahu akhbar."
Sebuah pemogokan telah diumumkan di Jenin untuk berduka atas mereka yang tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasukan-khusus-israel-yaman.jpg)