BELAJAR Tatap Muka di Ajaran Baru, Kadis Pendidikan Medan Sebut Belum Tahu Juknisnya

Kadisdik Medan, Adlan mengaku sangat siap mengikuti instruksi pemerintah pusat yang sesuai dengan arahan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

HO
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Adlan 

Laporan Reporter Tribun Medan/ Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan akan mengikuti setiap langkah ataupun kebijakan yang diterapkan pemerintah pusat dalam sistem belajar tatap muka di sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 di bulan Juli mendatang.

Begitu juga terkait sekolah tatap muka dua hari dalam seminggu, yang dikatakan Presiden Joko Widodo.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan, mengatakan bahwa ia sangat siap mengikuti instruksi pemerintah pusat yang sesuai dengan arahan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan (Rechtin Hani/tribun-medan.com)

Namun, ia mengakui belum mengetahui petunjuk teknis dari pelaksanaan sekolah 2 hari dalam seminggu tersebut untuk sekolah tatap muka.

"Apakah siswanya yang maksimal sekolah dua kali dalam seminggu, atau memang sekolahnya yang maksimal menggelar sekolah tatap muka dua kali dalam seminggu. Beda definisi, tentunya akan beda teknisnya. Maka kita tunggu saja teknis dan kebijakan selanjutnya," ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Begitu pun, Adlan memastikan jika setiap sekolah di Kota Medan telah di intruksikan untuk segera mempersiapkan infrastruktur protokol kesehatan di masing-masing sekolah.

"Kalau tidak ada kesiapan untuk itu, tentu sekolahnya gak boleh dibuka. Setiap sekolah harus mempersiapkan itu, supaya nanti setiap siswa dapat menerapkan prokes untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus, mengatakan soal kebijakan Pemerintahan Kota Medan tetkait sekolah tatap muka, yang akan dibuka pada bulan Juli. Dikatkannya, Komisi I DPRD Medan secara konkritnya belum diketahui.

Tetapi, ia juga setuju dengan Pemko Medan yang tidak coba - coba tekait belajar tatap muka.

"Karena ini kan juga masalah kesehatan dan nyawa. Maka itu sekolah tatap muka tak boleh coba-coba kan, jadi harus dibuat konsepnya seperti apa? Agar aman belajar tatap mukanya," ujarnya.

Begitu juga dengan nantinya sekolah tatap muka tidak menimbulkan klaster baru Covid-19. Ia menegaskan bahwa pada intinya kebijakan ini harus terkonsep secara baik. Bahkan, secara kemungkinan kegiatan itu juga harus diminimalisir.

"Contoh kegiatan yang diminimalisir yakni dari pertemuan belajar tatap muka, kemudian jumlah murid terhadap satu loka itu berapa? Jadi intinya harus dikonsepkan secara baik la," ujarnya.

WALI Kota Bobby Tak Coba-coba soal Belajar Tatap Muka, 15 Ribu Guru Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19

Wali Kota Medan Bobby Nasution masih akan membahas soal pelaksanaan belajar tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

Bobby mengatakan saat ini pihaknya masih mempertimbangkan mekanisme pembelajaran tatap muka (offline) berdasarkan perkembangan kondisi Covid-19 di Kota Medan.

"Tentunya kita melihat perkembangan. Kami Pemerintah Kota Medan terus menerus mencoba bagaimana penyebaran Covid-19 ini bisa menurun," ujar Bobby usai menghadiri Rapat Kerja Cabang PDIP Sumut, Selasa (8/6/2021).

Bobby pun mengatakan dalam rangka melaksanakan pembelajaran tatap muka pihaknya tidak ingin coba-coba, namun dengan pertimbangan yang matang.

"Kita lihat upaya kita ini kan mau buka sekolah ini bukan coba-coba. Tapi kita lihat apa yang sudah kita lakukan, efeknya seperti apa. Kalau ada efeknya tentunya penerapan sekolah tatap muka ini bisa terealisasi," tuturnya.

Menantu Presiden Jokowi ini memastikan jika pelaksanaan sekolah tatap muka nantinya tidak akan dihadiri hingga 100 persen siswa.

Namun akan dilaksanakan secara bertahap.

"Seperti yang saya sampaikan, mungkin tidak 100 persen langsung hadir. Tapi berapa persen murid yang hadir, sistemnya seperti apa, nanti kita lihat yang baik-baik. Bukan kita coba-coba," katanya.

Saat ini, kata Bobby jumlah guru TK, SD, hingga SMA yang sudah menerima vaksin Covid-19 mencapai hampir 15.000 orang.

Wali Kota Bobby Nasution ditemui usai menghadiri Rapat Kerja Cabang PDIP Sumut, Selasa (8/6/2021).
Wali Kota Bobby Nasution ditemui usai menghadiri Rapat Kerja Cabang PDIP Sumut, Selasa (8/6/2021). (Tribun Medan/Rechtin)

"Total guru kita ada sekitar 19 sampai 20 ribu guru. Hampir 15 ribu sudah divaksin dan ini terus kita kejar agar bisa terus bertambah," katanya.

Untuk itu kata dia pihaknya masih akan menyiapkan infrastruktur sekolah dan membicarakan teknis pelaksanaan sekolah tatap muka.

”Ke depannya di sekolah-sekolah ini disiapkan infrastruktur seperti tempat cuci tangan, dan pengetatan prokes lainnya,"

"Jika Infrastruktur di sekolahnya tercapai nanti tinggal kita bahas mekanisme pengajarannya. Berapa jam dalam sehari, berapa jumlah siswa dalam satu kelas. Nah ini yang masih kita pertimbangkan melihat perkembangan Covid-19 di Kota Medan," katanya.

Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan agar tidak hanya menjaga prokes kepada guru-guru, tetapi juga untuk para siswa dan lainnya. Apalagi, Dinas Pendidikan Kota Medan membawahi jenjang pendidikan tingkat SMP ke bawah.

“Disdik Medan cakupannya SMP ke bawah, lebih ke anak-anak, jadi penetapan prokesnya juga harus lebih ke anak-anak, jangan main tegur-tegur keras dan segala macem, tapi lebih seperti menegur anak-anak yang buat mereka tidak takut," katanya.

(cr22/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved