News Video

Pemakaman Santri Tewas di Bunuh Kakak Senior, Ayah Korban Minta Polisi Ungkap Kasus Hingga Tuntas

Pengakuan Furqon semasa hidup, Furqon sudah merasa tidak nyaman dan ingin keluar dari pesantren karena sering dianiaya oleh kakak seniornya.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: M.Andimaz Kahfi

Pemakaman Santri Tewas di Bunuh Kakak Senior, Ayah Korban Minta Polisi Ungkap Kasus Hingga Tuntas

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Allah ya Rabbi, tempatkan putraku di Surgamu catatlah sebagai Sabilillah. Allah ya Robbi, aku ikhlas Catatlah dia sebagai Fisabilillah, begitulah ungkapan hati Wahyudi atas kematian putra sulungnya.

Ungkapan itu masih diposting pada story WA Tri Wahyudi ayah korban, Selasa (8/6/2021).

Meninggalnya santri bernama Furqon (14) tersebut tentu sangat menyayat hati keluarga yang ditinggalkan.

Wahyudi, ayah korban saat dihubungi via telepon selular di kediamannya di Aceh Tamiang, berharap polisi dapat mengungkap kasus kematian anaknya secara transparan.

"Kami berharap, polisi dapat mengungkap kasus ini secara transparan," pinta Tri Wahyudi.

Wahyudi menyebut ia telah memakamkan anaknya dengan baik. Jenazah anaknya di bawa usai autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan ke Aceh, Minggu (5/6/2021) Pukul 12.00 WIB.

Tiba di Aceh Minggu kemarin pukul 3 sore. Anak pertamanya dari empat bersaudara itu, langsung dimakamkan sehabis salat Ashar.

Menurut Wahyudi, almarhum Furqon pernah menyampaikan keadaan di Asrama pesantren.

Pengakuan Furqon semasa hidup, Furqon sudah merasa tidak nyaman dan ingin keluar dari pesantren.

"Sudah bosan dia, cuman saya mikirnya yah pesantren kan tempat pendidikan. Saya bujuklah dia biar tak usah cabut, lalu dia pun bertahan," tutur Wahyudi.

Wahyudi sendiri telah berencana memindahkan Furqon saat hendak kelas 3 Mts setara 3 SMP.

Niat memindahkan ke sekolah biasa tak jadi, lantaran Furqon keburu meninggal dunia dianiaya kakak kelas.

Sayangnya, hingga hari ketiga kematian anaknya, baik pihak Pesantren Yayasan Darul Arrafah maupun pihak kepolisian belum ada menghubungi dirinya. 

Dia berharap penuh agar pihak yayasan terbuka atas kejadian yang sebenarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved