Seorang Pelajar SMA Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Dibuang di Sungai dan Ditemukan Petani
"Sementara, itu yang dapat kami lakukan. Untuk perkembangan info selanjutnya, kami akan kabarkan nanti," pungkas Kapolsek.
TRIBUN-MEDAN.com - Warga geger temukan jasad bayi mengapung di Desa Beringin Kencana RT 04, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Sabtu (29/5/2021).
Bayi laki-laki yang tali pusarnya masih menempel, diduga sengaja dibuang. Namun untuk pelakunya, masih dalam pencarian petugas.
Kasus dugaan bayi dibuang ini, berjenis kelamin laki-laki tersebut mulanya ditemukan Rajak. Petani tersebut saat hendak ke sawah, melintas di sungai di Desa Beringin Kencana.
Di sekitar bayi tersebut tidak ada tanda-tanda atau petunjuk lain yang bisa dijadikan rujukan informasi oleh petugas dan saksi.
"Saksi menemukan sekitar pukul 06.30 Wita, selanjutnya menghubungi warga hingga sampai ke pihak berwajib. Namun di lokasi, nihil barang bukti," ujar Kepala Polsek Tabunganen, AKP Lukman Simbolon.
Ia pun mengungkapkan, kasus temuan bayi ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian, guna mengamankan pelaku.
Adapun terkait jasad bayi yang ditemukan, pihak kepolisian juga mengupayakan Visum et Repertum (VeR).
"Sementara, itu yang dapat kami lakukan. Untuk perkembangan info selanjutnya, kami akan kabarkan nanti," pungkas Kapolsek.
Ternyata Pembuang Bayi Anak SMA
Setelah polisi melakukan serangkai penyelidikan, ibu yang tega membuang bayi tersebut ternyata seorang siswi SMA.
Adalah A (20), siswi yang masih duduk di bangku sekolah kelas XII dan masih terbilang warga desa setempat.
Pelaku diamankan polisi pada 31 Mei lalu di kediamannya tanpa ada perlawanan dan mengakui atas semua perbuatannya.
Diungkapkan Kapolres Barito Kuala, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif melalui Kasatreskrim Iptu Suparli, usai penemuan jasad bayi malang di sungai, petugas cukup kesulitan mengungkap pelaku.
Karena saat ditemukan sangat minim petunjuk dan warga sekitar tidak ada yang mengetahui sedikit pun hal-hal yang mencurigakan sebelumnya.
"Saat lidik ke TKP kami peroleh info kecurigaan pada si A, bahwa sebelum penemuan mayat, perut A terlihat besar, namun usai penemuan terlihat mengecil," ucap Suparli. Minggu (6/6/2021).
Berdasarkan data tersebut, pihak kepolisian mendalami informasi dengan menanyakan ke sejumlah saksi serta meminta petugas Puskesmas Tabunganen untuk mendampingi pemeriksaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seorang-pelajar-sma-melahirkan-di-kamar-mandi-bayinya-dibuang-di-sungai-dan-ditemukan-petani.jpg)