Polisi Masih Beri Polis line Kapal Ihan Batak, Polda Sumut: Untuk Saat Ini Tidak Beroperasi
Sejauh ini Polda Sumut dan polres Samosir telah melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda, ABK dan beberapa saksi lainnya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait peristiwa satu unit mobil masuk ke Danau Toba saat hendak melakukan penyebrangan dengan menggunakan Kapal Ihan Batak, Senin (3/15/2021) lalu.
Sejauh ini Polda Sumut dan polres Samosir telah melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda, ABK dan beberapa saksi lainnya.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang ditemui Tribun Medan pada Kamis (3/6/2021) mengatakan, sudah beberapa saksi diperiksa.
Baca juga: Hotel Terkenal Ini Gratiskan Fasilitas Fitnes untuk Skuat PSMS Medan
"Sudah sembilan saksi dipriksa. Kesembilan itu dipriksa dari orang kapal seperti nahkoda dan lainnya," ujarnya.
Untuk saat ini, lanjut AKBP MP Nainggolan, pihak kepolisian masih melakukan polis line terhadap kapal Ihan Batak.
"Kapal masih dipolisline. Belum diberikan izin untuk kembali beroperasi, dan menunggu hasil penyelidikan polisi. Jadi saat ini kita pastikan KMP Ihan Batak belum beroperasi seperti biasanya," ungkapnya.
Terkait pemeriksaan saksi-saksi, lanjut Nainggolan, pihak kepolisian nantinya akan melakukan gelar perkara.
"Hasil pemeriksaan saksi-saksi akan dilakukan gelar perkara. Lalu akan disimpulkan apakah ada kelalaian atau tidak. Jika ada maka tidak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka," sebutnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut terjadi saat kapal Ihan Batak hendak bersandar ke dermaga Ambarita sekitar pukul 14.40 WIB, dan hendak melansir mobil yang di kuat di dalam kapal.
Warga setempat, Osborn Siallagan mengatakan kejadian saat mobil hendak ke dermaga dari dalam kapal, lalu pas mobil ke tujuh itu angin kencang sehingga terjunlah mobil ke danau.
Baca juga: Pelatih PSMS Jagokan Tim Peringkat 1 FIFA Berjaya di Euro 2020
"Yang masuk mobil Avanza BK 1421 QP. Saat itu angin bertiup kencang dan menggeser kapal sehingga kapal bergeser dan menyebabkan Rampdoor kapal Ihan Batak tersebut terputus," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, melihat kejadian tersebut warga setempat langsung berusaha membantu dan melaporkan kepada petugas.
"Kami berusaha membantu dengan cara mengikat mobil dengan tali agar tidak terus masuk ke dalam.
Ada penumpang di dalam mobil. Kalau saya lihat ada tiga penumpang uang keluar dan satu orang tidak dapat keluar hingga membuatnya tenggelam sekitar 15 menit. Korban itu meninggal dunia," ucapnya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan adapun data para korban yakni Hj Farida (72), Hj Zulkarnain Tanjung (76), Desy Marizdayani (32) meninggal dunia, ketiganya warga warga Jalan Gunung Martimbang III, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.
Dan Neiny Safrina (33) warga Jalan Padang Sidempuan nomor 1, Pematang Siantar.
Baca juga: Disdik Sumut Siapkan PPDB Tingkat SMA/SMK, Gubernur : Belajar Tatap Muka Tergantung Situasi
Dari amatan www.tribun-medan.com, dalam video amatir yang dihimpun, terlihat warga berupaya membantu proses evakuasi.
Dua mobil terlihat hendak masuk ke danau Toba.
Di mana satu mobil berada di dekat dermaga dan satu mobil berwarna putih di dalam kapal dengan posisi hendak masuk ke danau.
(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penampakan-kmp-ihan-batak.jpg)