News Video
Penyandang Disabilitas dan Tuna Rungu Minta Simulasi Penanggulangan Bencana Berbasis Disabilitas
Pemerhati Disabilitas, Sutrisno Pangaribuan mengatakan perlunya penanganan berbasis disabilitas dan simulasi penanggulangan bencana berbasis tuna rung
Penulis: Angel aginta sembiring |
Penyandang Disabilitas dan Tuna Rungu Minta Simulasi Penanggulangan Bencana Berbasis Disabilitas
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Pertemuan Persatuan Penyandang Disabilitas ( PPDI ), Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia ( GERKATIN ), Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera ( YPPS ), minta penanggulangan bencana berbasis disabilitas.
Pemerhati Disabilitas, Sutrisno Pangaribuan mengatakan perlunya penanganan berbasis disabilitas dan simulasi penanggulangan bencana berbasis tuna rungu.
"Kalau kita lihat dan masuk ke gedung memang disana ada akses evakuasi ,dan didalam peraturan tentang kebencanaan juga kelompok2 rentan itu menjadi priotitas, namun dalam kondisi darurat semuanya menjadi prioritas, " katanya, di di Kantor BPBD Prov. Sumut, Jalan Medan-Binjai KM 10,3 nomor 8, Kota Medan, Kamis (3/6/2021).
Lanjutnya, oleh karena itu diharapakan akan ada akses khusus dalam kebencanaan, jadi bukan hanya akses bencana.
"Misalnya yang pengguna kursi roda, dia harus bisa mandiri ketika terjadi masalah sebenarnya, " tuturnya.
Dan suatu kebutuhan tentang simulasi penanggulangan bencana berbasis tuna rungu.
"Kita ketahui, mereka tidak bisa berbicara dan mendengar sehingga ketika terjadi bencana peringatan seperti apa yang dilakukan kepada mereka, " tegasnya.
Sambungnya, sehingga apabila dalam suatu gedung ini terjadi sesuatu dan seluruh orang didalamnya lari namun belum tentu bisa lari bagi kaum tuna rungu.
"Mereka (kaum tuna rungu) belum tentu tahu untuk segera lari karena mereka tidak tahu bagaimana peringatan bencana, " ujarnya.
Oleh karena itulah, mengapa diperlukan sebuah simulasi dan juga peringatan dini yang berbasis tuna rungu seperti melalui memberikan signal pencahayaan.
(Cr9/Tribun-Medan.com)