AKHIRNYA Evakuasi Dihentikan, KRI Nanggala-402 Bersemayam di Kawah Raksasa Laut Bali

Selama pelaksanaan operasi salvage (pengangkatan) ini telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting

Editor: Tariden Turnip
facebook
AKHIRNYA Evakuasi Dihentikan, KRI Nanggala-402 Bersemayam di Kawah Raksasa Laut Bali. KRI Nanggala-402 

Menurut Iwan, berdasarkan pengalaman latihan penembakan torpedo sebelumnya, daerah di luar area penembakan sudah dijaga oleh kapal-kapal yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi suara di dalam air.

Namun, saat latihan KRI Nanggala-402 digelar, tak ada suara ledakan yang terdeteksi.

"Sehingga ini murni kecelakaan bukan meledak karena pengaruh yang lain," kata Iwan.

Misteri Belum Terpecahkan 

Di tengah situasi ketidakpastian itu, Iwan mengaku tim investigasi masih terus mencari penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402.

"Bapak KSAL sudah menerjunkan tim investigasi dan sejak beberapa hari yang lalu sudah melaksanakan tugasnya, dan menunggu apa yang dicapai oleh tim investigasi tersebut sehingga mohon dengan sangat tidak menerka apa penyebabnya," ujarnya.

Secara umum, lanjut Iwan, kemampuan menyelam kapal KRI Nanggala maksimal 500 meter.

Apabila terjadi blackout, kapal tenggelam dengan kecepatan 100 meter per 10 detik.

Dia memprediksi KRI Nanggala-402 tenggelam selama 80-90 detik dan jatuh pada kedalaman 833 meter.

"Kami pun orang-orang kapal selam meneliti, tidak hanya orang kapal selam yang masih aktif, tapi kami pun berkoordinasi dengan senior-senior kami sesepuh kapal selam. Kira-kira apa yang sebenarnya kami mempelajari semuanya dihadapkan dengan kemampuan kapal yang ada," ujarnya.

KRI Nanggala-402 berubah bentuk di kedalaman 833 meter Kondisi kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali diketahui pecah di tiga bagian.

Yaitu buritan, haluan dan anjungan.

Pihaknya, kata Iwan, masih terus mempelajari tenggelamnya KRI Nanggala-402, terutama pada pecahan-pecahan yang ditemukan serta terjadinya deformasi atau perubahan bentuk.

"Kapal selam di dunia itu maksimum 500 meter. Untuk posisi yang tidak diizinkan untuk menyelam lagi. Kalau lebih dari 500 meter maka dia akan mengalami deformasi," kata dia.

Jika KRI Nanggala-402 tenggelam dan terisi air laut maka berat kapal bisa menyentuh 1.450 ton.

Dari berat itu, dan dengan kecepatan yang ada kemungkinan 10 meter per detik, ketika berada di kedalaman 300 hingga 400 meter maka bisa dipastikan akan mengalami deformasi bentuk.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved