Kisah Herman Sarens, Perwira TNI Nyaris Ditembak Soeharto: Ta Slentik Kowe

Meski dikenal sebagai orang dekat Soeharto, namun Herman Sarens nyaris saja tinggal nama ditembak oleh Pak Harto.

Kolase
Kisah Herman Sarens, Perwira TNI Nyaris Ditembak Soeharto: Ta Slentik Kowe 

Setelah memberi salam hormat, Soeharto mempersilahkan Herman duduk.

Tanpa berbicara apa-apa, Soeharto hanya membuka laci mejanya dan mengambil sesuatu.

Sepucuk pistol revolver diarahkan tepat ke muka Herman.

Baca juga: Sudah Ditalak Rizki DA Awal Nikah, Disorot Panggilan Pria yang Diam-diam Jenguk Nadya Mustika

Baca juga: 8 Daftar Zodiak Diramal Dapat Keberuntungan Selasa 1 Juni 2021, Kabar Bahagia Datang untuk Keluarga

Baca juga: Namanya Engkong Asan, Kakek Paling Laku di Indonesia, Tak Tanggung Istrinya 94 Orang

“Ta' slentik kowe !” yang artinya “aku sentil kau!” kata Soeharto dengan emosi.

“Ada apa, Pak?” tanya Herman.

“Kamu…., dari jip sampai tank mesti lewat kamu. Saya ini kamu anggap apa?” ujar Soeharto.

Herman yang masih memendam ngeri dalam hati bertanya lagi, “Mengenai apa, Pak?”

“Kamu memberi 10 truk kepada kavaleri yang kamu ambil dari gudang Cakrabirawa!” jawab Soeharto.

Rupanya Soeharto tersinggung dengan inisiatif Herman yang dianggap mendahului Panglima Kostrad.

Sehari sebelumnya, Herman mengatur gerakan untuk menumpas Gerakan 30 September.

Prakarsa itu dilakukan Herman lantaran Panglima Kodam V Jaya, Mayor Jenderal Umar Wirahadikusumah mengkonsinyasi pasukan garnisun Jakarta.

Dengan kedudukannya sebagai Kepala Biro Antar Angkatan dan Kesiapsiagaan Staf Umum AD, Herman memutuskan untuk menyiapkan kekuatan pemukul.

Herman bergerak cepat dengan mengambil alih 10 unit truk yang berada di pool Resimen Cakrabirawa di Cawang.

Baca juga: Kejamnya Kim Jon Un, Anak Yatim Korut Bukannya Dirawat Malah Diperlakukan Sekejam Ini

Baca juga: KKB Papua Jadi Melempem Usai Dikepung TNI, Tak Ada Jalan Lain Lekagak Telenggen Selain Menyerah

Baca juga: Suaminya Ramai Dibahas Kepergok Elus Bahu Ayu Ting Ting, Begini Kabar Erin Istri Andre Taulany

Truk-truk tersebut diserahkan kepada Brigade Kavaleri pimpinan Letnan Kolonel Wing Wiryawan.

Selanjutnya Herman bergerak ke Jalan Madiun, mengobrak-abrik markas Badan Pusat Intelijen (BPI) pimpinan Soebandrio dan menangkap orang-orang yang terlibat atau diduga PKI.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved