Breaking News

Ditanya Soal Ricuh di RS Pirngadi, Wakil Wali Kota: Sudahlah Jangan Dibesar-besarkan

Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman saat ditanya komentarnya mengenai kasus ini, mengatakan kasus yang viral di media sosial itu sudah selesai.

TRIBUN MEDAN/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
Perawat RS Pirngadi Medan (kiri) dan pasien yang tengah kejang-kejang dan meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus kericuhan di RSUD Pirngadi karena keluarga pasien menuduh tabung oksigen untuk pasien tidak berfungsi menjadi sorotan banyak pihak.

Komisi II DPRD Medan akan memanggil manajemen RS Pirngadi pada 7 Junimendatang. Sementara Ombudsman RI Perwakilan Sumut sempat melakukan sidak ke RS untuk mengklarifikasi perihal kejadian dalam video tersebut.

Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman saat ditanya komentarnya mengenai kasus ini, mengatakan kasus yang viral di media sosial itu sudah selesai.

"Kan sudah selesai kasusnya itu. Sudahlah," ujar Aulia, Senin (31/5/2021).

Mantan Ketua Komisi II DRPD Medan itupun mengatakan, pers jangan membesar-besarkan kejadian yang sempat viral tersebut.

Baca juga: Ombudsman Minta RSUD Pirngadi Perbaiki Unit Pengaduan

"Media suka sekali membesar-besarkan. Awas dosa. Tidak usah dibesar-besarkan," katanya.

Terpisah, Pengamat Sosial Tamil Selvan mengatakan Wali Kota Medan Bobby Nasution seharusnya melakukan evaluasi terhadap pelayanan RS Pirngadi Medan dengan adanya kejadian tersebut.

"Saya kira wali kota perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD Pirngadi, bila perlu ada langkah pencopotan guna peningkatan kinerja," kata Tamil Selvan, Senin (31/5/2021).

Tamil mengatakan, seharusnya manajemen RSUD dr Pirngadi Medan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kasus ini.

Bukan malah sibuk melaporkan keluarga pasien.

Apapun ceritanya, pasien berhak mendapatkan pelayanan dari rumah sakit.

Apalagi rumah sakit itu milik pemerintah daerah. 

"Ini zaman keterbukaan informasi publik, saya kira tidak ada yang salah dengan video tersebut. Tinggal pihak RS Pirngadi silakan melakukan klarifikasi dengan hasil evaluasi medis yang berbasis bukti, biarkan publik yang menilai," kata Tamil.

Dia mengatakan, tidak seharusnya manajemen RSUD dr Pirngadi Medan membangun narasi seolah-olah ingin mempidanakan keluarga pasien.

Menurut Tamil, kabar pelaporan ini justru hanya menjadi pengalihan isu saja soal buruknya pelayanan rumah sakit. 

"Seharusnya sebagai institusi medis harus mengedepankan langkah kekeluargaan dan pelayanan publik yang baik, jangan justru alergi dengan kritik dan saran, sebab ini menyangkut nama baik Pemko Medan," katanya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved