Kisah Inspiratif
KISAH Hijrah Aminurasid yang Dulunya Bandar Narkoba, Naik Haji hingga Ikhtiar Ubah Kampung Kubur
Keputusan besar diambil bapak lima anak ini dalam meninggalkan dunia gelap (eks bandar narkoba), berawal dari kejenuhan.
Tinggalkan Dunia Narkotika, Rasid Ubah Kampung Halaman
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aminurasid (39) warga Kampung Sejahtera atau Kampung Kubur yang berada di Kecamatan Medan Baru, nekat meninggalkan dunia gelap untuk menjalani hidup lebih baik (hijrah).
Keputusan besar diambil bapak lima anak ini dalam meninggalkan dunia gelap (eks bandar narkoba), berawal dari kejenuhan.
Ia yang dulunya memiliki harta yang banyak, uang yang tidak putus, juga merasa jenuh dengan bisnis haram yang dahulu dijalankannya.
Pemikiran dan niat untuk mengubah dirinya ke jalan yang lebih baik tidak hanya ucapan.
Pria berkulit kuning Langsat ini mengukuhkan niatnya dan meninggalkan kampung halamannya serta seluruh hartanya yang didapat dari bisnis haram.
Rasid mengatakan, awalnya dari kejenuhan, karena sudah terlalu kelam dan gelap sekali di dunia ini baginya, pada tahun 2012 sampai 2014 hingga menjadi langkahnya untuk hijrah.
"Pada tahun itu adalah masa-masa kelam bagi diri saya. Karena zaman kejayaan saya itu pada tahun 2007 sampai 2008. Pada tahun 2012 sampai 2014, kampung kubur itu bisa dibilang sudah parah. Tingkatnya luar biasa. Jadi narkoba itu menjadi ancaman yang besar buat masyarakat kampung," katanya, Minggu (30/5/2021).
Lanjut Rasid, tapi gak semua masyarakat juga sadar pada saat itu.
Jadi karena setiap hari ada keributan di kampung itu, mulai dari judi, maraknya narkoba.
"Jadi saya berpikir cobalah saya keluar dari kampung ini tanpa membawa harta benda apapun, kecuali baju yang dipakai saat itu," ungkapnya.
Keputusan meninggal segalanya diambil Rasid untuk menempuh dan mewujudkan niat baiknya.
"Jadi apapun yang sudah saya dapat dari dunia itu, saya tinggalkan di kampung sejahtera itu. Saya ngekos di Jalan Gajah Mada, lalu ditampung dengan istri saya yang saat ini. Selama proses hijrah ia men-support saya baik dari pembiayaan, mengajarkan agama dan lainnya," kata Rasid.
Dengan modal perkawanan, pria berusia 39 tahun ini, melamar pekerjaan sebagai jurnalis.
"Saya lalu mencari kerjaan yang benar-benar halal. Dulu sempat jadi jurnalis tapi tidak fokus karena masih bergelut dunia hitam. Jadi saya melamar kerja, pelan-pelan dan pada 2015 masuk jadi jurnalis tv. Ya Alhamdulillah. Meski pun dapatnya Rp 50 ribu perhari, tapi rasa berkahnya itu berbeda," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sosok-aminurasid_eks-bandar-narkoba.jpg)