Ekspose Kasus Pembunuhan Guru SD
Kapolres: Ketiga Tersangka Kasus Pembunuhan Guru SD di Toba Kerap Resahkan Warga Sekitar
Terkait ketiga tersangka dalam kasus pembunuhan guru SD ternyata kerap meresahkan warga sekitar.
Penulis: Maurits Pardosi |
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kasus pembunuhan di Toba yang membuat seorang guru SD di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba kehilangan nyawa.
Korban Marta boru Butarbutar mengalami 24 luka tusukan hingga ia tak sanggup bertahan hidup.
Terkait ketiga tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut ternyata kerap meresahkan warga sekitar.
"Iya, ketiganya kerap bikin masyarakat resah. Karena mereka ini beberapa kali melakukan kasus pencurian, narapidana lah," ujar Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya saat konferensi pers pada Jumat (28/5/2021).
Ia juga membenarkan bahwa ketiga tersangka ini merupakan sindikat dan sudah terlebih dahulu merencanakan tindakan keji tersebut.
"Iya, setelah kita ke TKP, kita dapatkan informasi bahwa para tersangka ini adalah pelaku pencurian dan pembunuhan ini dan kita langsung lakukan pengejaran," lanjutnya.
Ia menyampaikan bahwa para tersangka langsung diboyong ke Mapolres Toba setelah diciduk di Medan.
Satu tersangka masih dalam pencarian alias masuk dalam DPO. Kini, pihak kepolisian masih dalam pencarian.
"Kedua tersangka yakni YPT dan DN ditangkap di Medan pada Rabu (26/5/2021). Kedua tersangka ini langsung kita tangkap, sementara satu orang lagi kita tetapkan sebagai DPO dan kita masih lakukan pengejaran," terangnya.
"Itu pada hari Rabu, sekitar pukul 12.30 WIB ditangkap di Medan dan tiba di Mapolres Toba pada Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 17.30 WIB," ungkapnya.
Terkait tersangka yang termasuk residivis, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus untuk menentukan besaran hukuman yang akan dilimpahkan kepada tersangka.
"Nanti kita masih lakukan pengembangan terhadap kasus ini," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)