Pembunuh Guru SD Ditangkap

Dua Pembunuh Guru SD Toba Ditangkap, Kini Polisi Buru Otak Pembunuhan

Pelaku pembunuhan guru SD di Toba Martha Elisabeth Butarbutar akhirnya berhasil ditangkap.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Petugas Tim Inafis Polda Sumut yang berpakaian oranye saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan guru SD Martha Elisabeth Butarbutar, Rabu (26/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaku pembunuhan guru SD di Toba Martha Elisabeth Butarbutar akhirnya berhasil ditangkap pada Kamis (27/5/2021). 

Korban Martha Elisabeth Butarbutar tewas dengan 24 luka tusukan di sekujur tubuh. Jenazah korban ditemukan di dalam rumahnya di Dusun I, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi, Kabupaten Toba pada Senin (24/5/2021) lalu.

Penelusuran kepolisian, pelaku pembunuhan diduga berjumlah tiga orang.

Dua pelaku sudah diamankan di Kota Medan oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut bersama Polres Toba.

Polisi kini tengah memburu seorang pelaku lainnya yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan sadis tersebut.

Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Taryono Raharja membenarkan adanya dua orang yang diamankan terkait pembunuhan sadis guru SD tersebut.

Menurut dia, kedua pelaku ini terlibat langsung membunuh korban.

"Ini merupakan operasi gabungan. Jadi sekarang tersangkanya sudah dibawa ke Polres Toba," kata Taryono, Kamis (27/5/2021).

Dia mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku pembunuhan guru SD di Toba ini ada tiga orang.

Hanya saja, lanjut Taryono, yang ditangkap baru dua orang.

"Yang satunya lagi ini otak pelakunya. Makanya masih dikembangkan," kata Taryono.

Baca juga: SUASANA Rumah Duka Guru SD Toba Martha Elisabeth Butarbutar, Isak Tangis Bersahut-sahutan

Guru SD Martha Elisabeth Butarbutar semasa hidup
Guru SD Martha Elisabeth Butarbutar semasa hidup (HO)

Dia menyebut, saat ini penyidik Satreskrim Polres Toba tengah menginterogasi kedua tersangka untuk mengetahui keberadaan otak pelaku.

AKBP Taryono belum bisa menjelaskan lebih lanjut identitas kedua tersangka.

Ia juga belum bisa mengungkap motif pembunuhan ini apakah berlatar karena perampokan murni, atau karena masalah lain.

"Sekarang ini masih pengembangan di sana (Polres Toba)," kata Taryono.

Disinggung dugaan pelaku punya hubungan kekerabatan dengan korban, Taryono juga belum bisa memberikan keterangan.

Berdasarkan hasil visum dan autopsi, ada 24 luka tusukan yang dialami korban.

Menurut Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir, ke-24 luka tikam itu berada di areal kepala hingga tubuh.

Adapun rinciannya 5 luka tusuk di bagian perut, 2 di bagian payudara, 1 di bagian ketiak, 1 lengan kiri, 1 di persendian lengan bahu, 1 di bagian sayap punggung.

Kemudian, 2 luka tikam pada lengan kiri luar, 1 pada pergelangan tangan kiri, 1 punggung kiri, 1 punggung tengah, 1 punggung tengah bawah, 1 bagian leher belakang.

Lalu, 1 luka tikam pada bagian rahang kiri, 2 di bagian pipi dekat daun telinga, 1 di bagian atas telinga kiri, 1 di bagian kepala pada dahi kiri, dan 1 di bagian pergelangan tangan kanan.

Penemuan Jenazah

Korban Martha Elisabeth Butarbutar ditemukan tewas di dalam rumahnya di Dusun I, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi, Kabupaten Toba pada Senin (24/5/2021) lalu.

Menurut keterangan Regen Sitorus, warga yang ada di lokasi kejadian, jenazah Martha Butarbutar pertama kali ditemukan oleh kerabatnya.

Pada Senin pagi, kerabat korban yang tinggal di kilang padi, persisnya beberapa meter dari rumah korban, melihat pintu rumah yang ditinggali Martha Butarbutar dalam keadaan terbuka.

Karena tak biasanya, kerabat korban kemudian menyuruh anaknya untuk pergi melihat kondisi Martha Butarbutar.

Sesampainya di rumah korban, anak kerabatnya itu menemukan korban dalam kondisi telentang bersimbah darah di ruang tengah. 

Saat ditemukan, kedua kaki dan tangan korban dalam posisi terbuka lebar. Bahkan, pakaian korban tersingkap lebar, hingga menampakkan pakaian dalam yang digunakan korban.

Karena melihat korban bersimbah darah, saksi kemudian berlari memanggil ayahnya. Saat itu juga kerabat korban datang dan mengabari warga lalu diteruskan ke kepolisian.

Sosok Korban Dikenal Pendiam

Nanni boru Sitorus, Kepala Dusun I, Desa Lumban Lobu, mengatakan, Martha Elisabeth Butarbutar selama ini mengajar di SD Negeri 173599 Lumban Lobu.

Martha Elisabeth Butarbutar dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tak banyak bicara. "Korban ini sebenarnya orangnya ramah. Cuma dia agak sedikit pendiam," kata Nanni.

Dia mengatakan, dirinya pun kaget ketika mendapat kabar Martha Elisabeth Butarbutar tewas dibunuh. Selama ini, Martha Elisabeth Butarbutar dikenal tidak punya musuh dan tak punya masalah di kampung. 

"Saya tahu peristiwanya pukul 09.30 WIB. Orang langsung banyak yang datang ke sini berbondong-bondong," kata Nanni. Dia pun berharap, polisi bisa mengungkap dan menangkap pelaku pembunuh Martha Elisabeth Butarbutar. 

Baca juga: Pembunuhan Guru Martha Elisabeth Butarbutar, Bupati Poltak Sitorus: Kejar Pelaku Sampai ke manapun!

Sementara itu, Sardin Sitorus, warga yang punya hubungan kekerabatan dengan Martha Butarbutar mengatakan, korban adalah anak seorang pensiunan polisi. Orangtua Martha Elisabeth Butarbutar kini sedang sakit-sakitan dan tinggal di Kota Medan.

"Orangtuanya kalau enggak salah sudah pensiun dan sekarang sedang sakit,"  kata Sardin.

Dia mengatakan, rumah yang ditempati Martha Elisabeth Butarbutar adalah milik keluarga korban. Namun begitu, Martha Elisabeth Butarbutar diketahui tengah membangun rumah.

"Sejak dua bulan lalu lah pembangunan rumahnya dimulai," kata Sardin.

Adapun rumah baru itu, masih berada di Dusun I, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi. Sardin pun berharap agar pembunuh Martha Elisabeth Butarbutar bisa ditangkap dan ditindak tegas karena terlalu sadis.

(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved