TRIBUNWIKI
Cerita Sumur Peninggalan Raja Sisingamangaraja XII, Berada di Gedung Kantor Bupati Toba
Bahkan, air tersebut digunakan untuk menyiram tanaman yang tumbuh di sekitar lokasi tersebut.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Bagi warga yang tinggal di sekitar Kompleks Kantor dan Rumah Dinas Bupati Toba, sebuah mata air yang berada di sekitar lokasi tersebut ternyata memiliki cerita tersendiri.
Air jernih terlihat jelas terawat dengan baik dan dilindungi dengan sebuah atap yang tersusun rapi layaknya sebuah rumah.
Dari sumber air tersebut, para pengunjung yang datang mengambil air dengan sebuah gayung yang telah disediakan agar tidak kotor.
Bahkan, air tersebut digunakan untuk menyiram tanaman yang tumbuh di sekitar lokasi tersebut.
Tepat, saat tribun-medan.com berkunjung ke lokasi tersebut, sejumlah pengunjung datang an mengambil air dan menggunakannya sebagai air pencuci muka.
Baca juga: Berbeda dari Pegadaian, Harga Emas Antam di Butik Emas Medan Justru Meroket
“Iya ini kita ambil sebagai bagian dari kerinduan kita kepada Pahlawan Sisingamangaraja XII. Ini adalah air yang berasal dari tongkat sakti Sisingamangaraja XII.
Artinya ini sebuah peninggalan bersejarah yang kemudian dibangunlah perkantoran Bupati, DPR, dan sejumlah rumah dinas di sekitar ini,” ujar seorang pengunjung Abdi Saragih di kawasan mata air tersebut Kamis (27/5/2021).
Walau sumber air ini yang terkesan tersembunyi di antara bangunan dan taman di kawasan Kantor Bupati, DPRD Toba ini, namun selalu ada saja orang yang ingin melihatnya barang waktu sebentar saja.
Paling tidak, mereka ingin merasakan kesejukan dan kejernihan air tersebut.
Di lokasi, terlihat juga sebuah bangunan yang melindungi air tersebut dari guguran daun pepohonan yang ada di sekitarnya.
Air jernih dan sejuk ini kerap juga diambil pengunjung sebagai cenderamata atau sebagai obat.
Baca juga: RIZKY Billar dan Putra Siregar Rela Datang Ke Medan, Bakal Ada Kejutan di PSMS Medan?
“Ini juga kita yakini sebagai air yang memberikan kelegaan dan kesejukan. Air ini memiliki hubungan erat dengan Raja Sisingamangaraja XII. Sehingga, air ini memiliki keistimewaan dari air yang lain,” sambungnya.
Mata air yang dilindungi dengan bangunan kecil beratap ini juga menggunakan pagar. Bahkan, air ini juga disemen agar air bisa tertampung dan digunakan untuk berbagai kebutuhan di sekitarnya.
Lokasi yang berukuran 20 meter kuadrat ini dikelilingi dengan taman dan rumput hijau yang asri. Setiap pengunjung yang datang harus bergantian mengambil air.
Mungkin saja mengambil air untuk diminum ataupun mengusap muka. Hal ini sebagai lambang penghormatan akan keberadaan air tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengunjung-sambangi-lokasi-sumber-mata-air-peninggalan-raja-sisingamangaraja-xii.jpg)