Gerhana Bulan Total 2021

Bisa Dilihat Mata Telanjang, Cara Melihat Detik-detik Munculnya Gerhana Bulan Total 2021

Ia memastikan, Gerhana Bulan Total aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang tanpa harus menggunakan kacamata khusus gerhana.

Kemenag ACeh
Gerhana Bulan Total - Bisa Dilihat Mata Telanjang, Cara Melihat Detik-detik Munculnya Gerhana Bulan Total 2021 

BMKG menggunakan teleskop yang dipadukan dengan detektor dan teknologi informasi dan disebarluaskan melalui (klik link berikut ini>>>> https://www.bmkg.go.id/gbt)

Gerhana Bulan Total ini dapat disaksikan jika kondisi cuaca cerah-berawan.

Ia memastikan, Gerhana Bulan Total aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang tanpa harus menggunakan kacamata khusus gerhana.

"Pada puncak gerhananya, di sebagian besar wilayah Indonesia posisi Bulan dekat dengan horizon di bagian Timur.

Sehingga memungkinkan pengamat untuk dapat mengabadikan kejadian gerhana ini dengan latar depan bangunan yang bersejarah atau ikonis," katanya.

Masyarakat dapat mengikuti proses pengamatan ini dengan mengakses (klik link berikut ini>>>> https://www.bmkg.go.id/gbt)

Mereka yang berada di pesisir atau pinggir laut (pantai) perlu mewaspadai terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya.

Baca juga: 26 Mei akan Terjadi Fenomena Gerhana Bulan Total, Ini Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan

Fase dan Wilayah

Triyono mengungkapkan, proses Super Blood Moon sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik.

"Sedangkan proses gerhana totalnya, sejak awal fase total (U2), puncak total hingga akhir fase total (U3) akan berlangsung selama 18 menit 44 detik," katanya lagi. Berikut rincian fase-fasenya.

• Fase (P1)

Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46 WIB, 16.46 WITA, 17.46 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.

• Fase (U1)

Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44 WIB, 17.44 WITA, 18.44 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur, dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.

Baca juga: Gerhana Bulan Darah Akan Terjadi Pada 26 Mei 2021, Pertanda Bencana? Apa Kaitannya dengan Israel?

• Fase (U2)

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved