Kisah Seorang Gembala Kambing Selamatkan 6 Pelari Ultramaraton Sekarat kena Hipotermia

“Dia membuat api, melepas pakaian saya yang basah, dan membungkus saya dengan selimut. Satu jam kemudian, saya bangun dan sadar kembali, ” tulis Zhang

Editor: Tariden Turnip
weibo
Kisah Seorang Gembala Kambing Selamatkan 6 Pelari Ultramaraton Sekarat kena Hipotermia. Pelari ultramaraton menghangatkan diri dari suhu beku yang merenggut nyawa 21 peserta. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang gembala kambing menjadi pahlawan setelah menyelamatkan enam pelari ultramaraton yang meregang nyawa akibat hipotermia dalam di Yellow River Stone Forest Park, Baiyin, Gansu, China, Sabtu 22 Mei 2021.

Lomba ultramaraton berjarak 100 km ini menjadi bencana setelah terjadi cuaca buruk hujan es dan angin kencang hingga suhu membeku dan menewaskan 21 pelari.

Lomba terpaksa dibatalkan dan dilakukan menyelamatan besar-besaran terhadap 172 peserta,  di mana 151 peserta diselamatkan, delapan di antaranya mengalami luka ringan akibat terjatuh.

Di antara pelari yang tewas adalahpelari jarak jauh terbaik China, yakni Liang Jing dan Huang Guanjun.

Liang Jing adalah juara Ultra Gobi China 2018 dan menjadi juara kedua perlombaan ultra trail Hong Kong 100 pada tahun 2019.

Sedangkan Huang Guanjun juara maraton 2019 di bagian tunarungu National Paralympic Games 2019.

Pelari jarak jauh terbaik China Liang Jing yang tewas dalam lomba ultramaraton Yellow River Stone Forest Park Baiyin
Pelari jarak jauh terbaik China Liang Jing dalam lomba ultramaraton Yellow River Stone Forest Park Baiyin (weibo)

Enam pelari diselamatkan penggembala kambing Zhu Keming (49) yang membawa korban ke gua tempat sang gembala untuk berlindung .

SCMP yang melansir The Beijing News,  Zhu Keming mengatakan berada di gua - tempat dia biasanya menyimpan pakaian dan makanan - berlindung dari cuaca buruk ketika dia dikejutkan suara berteriak minta tolong, sekitar jam 2 siang saat cuaca buruk terjadi.

Suara yang meminta tolong berasal dari pria yang basah kuyup karena badai dan kakinya terluka.

Zhu Keming memberi pria itu selimut dan membawanya ke dekat api agar hangat.

Segera beberapa pelari lain yang sekarat akibat kedinginan dibawa oleh Zhu Keming ke dalam gua.

"Mereka terus menggigil karena dingin," kata Zhu Keming.

Mereka kemudian duduk bersama di dekat api untuk menghangatkan diri, tapi tubuh mereka masih menggigil untuk beberapa saat.

Pelari terakhir yang diselamatkan dan ditemukan ketika Zhu Keming berjalan sekitar 10 meter dari gua yang tengah  mencari sinyal telepon untuk menghubungi nomor penyelamat.

Zhu Keming mengatakan pria itu, yang tergeletak di tanah, mengalami hipotermia dan tidak bisa berjalan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved