Kasus Begal

Begal Anak TNI Berujung Babak Belur, Ini Foto Pelaku dan Kronologi Kejadian

Seorang begal bernama Ali Hanafi ditangkap karena berusaha merampas sepeda motor yang dikendarai anak seorang prajurit TNI.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/HO
Ali Hanafi, pelaku pembegalan terhadap seorang bocah saat diboyong ke kantor polisi pada Senin (24/5/2021). (Tribun-medan.com/HO) 

Laporan Wartawan Tribun-Medan/ Fredy Santoso

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang begal bernama Ali Hanafi ditangkap karena berusaha merampas sepeda motor yang dikendarai anak seorang prajurit TNI.

Karena gagal menjalankan aksinya, pria malang tersebut sempat dihakimi massa sebelum dibawa ke Perkampungan Kodam, Kecamatan Medan Sunggal.

Ali Hanafi, pelaku pembegalan terhadap seorang bocah saat diboyong ke kantor polisi pada Senin (24/5/2021). (Tribun-medan.com/HO)
Ali Hanafi, pelaku pembegalan terhadap seorang bocah saat diboyong ke kantor polisi pada Senin (24/5/2021). (Tribun-medan.com/HO) (Tribun-medan.com/HO)

Kepala lingkungan 17, Kelurahan Tanjung Rejo, Rustam membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan kejadian terjadi tak jauh dari komplek kodam yakni di Simpang Ampera.

"Gak di sini. Di dekat jembatan murni. Tapi tadi abis dipukuli dibawa kemari, " kata Rustam saat ditemui pada Senin (24/5/2021).

Rustam menjelaskan kejadian pembegalan terjadi pada pukul 08:00 WIB.

Saat itu, seorang anak anggota prajurit TNI sedang mengendarai sepeda motor untuk membeli kertas yang tak jauh dari rumahnya.

Namun saat di tengah perjalanan ada seseorang pria yang menabrakkan dirinya ke sepeda motor tersebut.

Saat itu pelaku meminta kepada anak tersebut untuk memberikan pertanggungjawaban kepada orangtuanya .

Akan tetapi pelaku mencoba menguasai sepeda motor tersebut.

Ali Hanafi, pelaku pembegalan terhadap seorang bocah saat diboyong ke kantor polisi pada Senin (24/5/2021). (Tribun-medan.com/HO)
Ali Hanafi, pelaku pembegalan terhadap seorang bocah saat diboyong ke kantor polisi pada Senin (24/5/2021). (Tribun-medan.com/HO) (Tribun-medan.com/HO)

Karena berusaha menolak, akhirnya anak tersebut mendapatkan penganiayaan di mulutnya.

Pelaku memukul anak itu sampai mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Melawan dia karena keretanya mau dibawa. Rupanya karena terus dipukul dari belakang jadinya rame orang datang, " Ucapnya.

Sementara itu, warga yang melihat kejadian langsung berusaha menyelamatkan anak bertubuh gempal itu dan menghakimi pelaku.

Setelah dibawa ke kompleks Kodam akhirnya pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(Cr25/ Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved