News Video

Petugas Bubarkan Pesta Pernikahan di Taput, Sempat Berdebat dengan Penyelenggara

Sebuah pesta yang tengah berlangsung dibubarkan oleh petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Toba.

Penulis: Maurits Pardosi |

TRIBUN-MEDAN.com, SIBORONGBORONG - Sebuah pesta yang tengah berlangsung dibubarkan oleh petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Toba.

Diperoleh informasi bahwa penyelenggara pesta pesta adat pernikahan tersebut adalah oknum pejabat ASN Kabupaten Toba.

Setelah ada Surat Edaran Bupati Toba sekaitan pelarangan pesta di Kabupaten Toba, oknum tersebut menyelenggarakan pesta di Kabupaten Taput.

Pesta yang berlangsung di sebuah wisma yang berada di Desa Parik Sabungan Zetun, Silangit, Kabupaten Taput pada Sabtu (22/5/2021) ini akhirnya didatangi petugas.

Dari video yang diperoleh tribun-medan.com, terlihat petugas menyampaikan kepada pihak penyelenggara pesta agar segera dihentikan.

"Aturan pemerintah kita akui. Kami datang kemari, Pak hanya melaksanakan perintah. Kami hanya melaksanakan perintah," ujar Kapolsek Siborongborong AKP Bonar Silalahi pada video yang diperoleh tribun-medan.com pada Sabtu (22/5/2021).

Secara tegas, ia mengatakan bahwa peniadaan pesta adat merupakan aturan Bupati Taput Nikson Nababan.

"Itu udah aturan Pak Bupati. Bapak yang enggak tahu gimana Covid-19 di Taput ini," sambungnya.

Sempat saling menyampaikan pendapat, pihak petugas tetap bersikeras agar pesta adat tersebut dibubarkan.

"Bukan masalah sebentar lagi. Sekarang harus dibubarkan. Dibubarkan aja. Cemananya kalian ini," ungkapnya.

Pihak penyelenggara pesta pun menyampaikan agar petugas memperbolehkan acara berlangsung.

"Mohon pengertian lah, Pak," demikian ujar penyelenggara pesta kepada petugas.

Petugas langsung menghardik penyelenggara pesta tersebut. Bahkan, ia mengatakan secara tegas kepada penyelenggara pesta untuk tidak mengadakan pesta di kawasan Taput setelah tidak diizinkan di Kabupaten Toba.

"Bapak pun enggak mengerti sama aparat di sini. Kita udah wanti-wanti semua. Ini sudah perintah dari atas.Jangan karena enggak bisa di sana, lari kemari," sambungnya.

"Kalau urusan undangan itu, urusan kedua itu. Dari pada kami membubarkan, lebih baik bubar sendiri. Kami hitung waktunya, Pak. Ini simalakama sama kami. Nanti besok ada pesta lagi. Sedangkan warga kami, warga Taput enggak bisa," pungkasnya.

Informasi terakhir, pesta tersebut akhirnya bubar.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved