MUNCUL Nama-Nama Capres Perempuan, Susi Pudjiastuti di Posisi Atas dan Tri Rismaharini| Survei ARSC
Nama Susi Pudjiastuti bertengger di posisi atas dengan 24,21 persen, sementara Tri Rismaharini 17,66 persen.
TRIBUN-MEDAN.com-- Muncul nama-nama calon presiden perempuan.
Di antaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Tri Rismaharini, hingga Istri Presiden Joko Widodo.
Hasil sigi lembaga survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), melontarkan pertanyaan kepada responden, yakni "Dari nama-nama sosok perempuan berikut ini, mana yang menurut Anda layak menjadi presiden di 2024?,".
Baca juga: Gadis Ini Tuduh Ayah Tirinya Lecehkan Dirinya, Setelah Dipenjara, Kebenaran Pilu Terungkap
Peneliti ARSC, Bagus Balghi menerangkan, nama Susi Pudjiastuti bertengger di posisi atas dengan 24,21 persen, sementara Tri Rismaharini 17,66 persen.
"Kemudian ada nama Khofifah Indar Parawansa 11,07 persen, Sri Mulyani 10 persen, Puan Maharani 4,01 persen," ujar Bagus dalam paparan survei secara virtual, Sabtu (22/5).
Baca juga: CERITA LADY GAGA Disetubuhi Paksa Rekan Bisnis Hiburan, Trauma Ditinggal setelah Hamil
Selain itu, ada nama Yenny Wahid dengan tingkat keterpilihan 3,14 persen, Megawati Soekarnoputri 2,79 persen, Ida Fauziyah 1,32 persen, dan Iriana Joko Widodo 1,07 persen.
"Sedangkan toloh lainnya 24,73 persen," ucapnya.
Survei ARSC menggunakan metode multistage random sampling dengan memperhatikan jumlah proporsionalitas antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Margin of error dalam survei ini kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan hingga 95%.
Proses pengumpulan data dilaksanakan sejak 26 April hingga 8 Mei 2021 melalui telepon untuk responden usia minimum adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih. Dengan 1.200 reponden dari perwakilan 34 provinsi di Indonesia.
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
MUNCUL Nama-Nama Capres Perempuan, Susi Pudjiastuti di Posisi Atas dan Tri Rismaharini| Survei ARSC
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/susi-pudjiastuti-sasar-balik-hashim-djojohadikusumo-larangan-ekspor-benih-lobster-keliru.jpg)