Konflik Palestina

Kisruh Soal Palestina, MUI: Enggak Perlu Demo dan Orasi

MUI Kota Sumut mengatakan bahwa saat ini masyarakat tidak perlu lagi demo turun ke jalan menyampaikan kecaman terkait tragedi di Palestina

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Sejumlah perempuan bergamis serba hitam saat menginjak-injak bendera Israel dalam rangka aksi terhadap konflik di Palestina, Jumat (21/5/2021). Aksi ini sekaligus dibarengi dengan kegiatan penggalangan dana bantuan ke Palestina.(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Sumatera Utara angkat bicara soal aksi yang dilakukan masyarakat terkait konflik Palestina dan Zionis Israel.

Menurut MUI Sumut, aksi demonstrasi untuk mengecam Israel tidak perlu dilakukan.

Yang dibutuhkan rakyat Palestina saat ini adalah sumbangan dana untuk bertahan hidup.

Sebab, banyak dari mereka yang kehilangan rumah dan keluarganya.

Baca juga: Aliansi Umat Islam Asahan Aksi Solidaritas untuk Palestina dan Kumpulkan Dana Rp 31 Juta

Selain itu, Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak mengatakan selain bantuan uang, warga Palestina juga butuh doa dari masyarakat Indonesia, khususnya Sumut.

"Sebetulnya mereka sudah datang ke MUI Provinsi soal aksi Bela Palestina. Kita katakan bahwa kita sekarang tidak dibutuhkan lagi orasi-orasi, tidak dibutuhkan lagi kutukan kutukan,"

"Itu sudah langsung di sampaikan oleh pemerintah dan ormas-ormasnya juga sudah," Maratua Simanjuntak, Sabtu (22/5/2021). 

Terkait aksi yang baru saja dilakukan pada Jumat (21/5/2021) kemarin, MUI Sumut menjelaskan bahwa sebelum aksi Bela Palestina dilakukan sudah sempat berdiskusi dengan koordinator aksi.

Baca juga: Melly Goeslaw Minta Sekolah Pertimbangkan Kembali Putusan Keluarkan Siswa yang Hina Palestina

Dalam pertemuan itu, MUI Sumut menganjurkan agar aksi long march dibatalkan terkait pandemi Covid-19 dan larangan berkumpul.

Saat itu juga Maratua Simanjuntak mengaku sudah menganjurkan tiga hal yang perlu dilakukan agar bisa membantu saudara sesama umat yang sedang berkonflik.

Yang pertama, menggerakkan salat subuh berjemaah seperti yang dilakukan oleh Turki.

Karena menurutnya gerakan salat subuh berjemaah dan berdoa pada malam di masjid sangat dianjurkan karena doa pada malam akan cepat terkabulkan.

Yang kedua, yang diperlukan untuk masyarakat Palestina adalah penggalangan dana.

Karena Maratua Simanjuntak menilai yang dibutuhkan mereka adalah dana untuk merelokasi kembali rumah-rumah yang rusak.

Baca juga: Rekam Jejak AM Hendropriyono, Mantan Kepala BIN Ucap Konflik Israel-Palestina Bukan Urusan Indonesia

Yang ketiga, MUI Sumut menyampaikan agar seluruh organisasi Islam bersatu dalam suara dalam pergerakan ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved