Aksi Bela Palestina di Sumut
Aksi Bela Palestina di Siantar Tetap Berlangsung Meski Hanya Diberi Waktu 15 Menit
Aksi penggalangan dana dilakukan dengan membawa kotak infaq yang bertujuan untuk memulihkan kondisi Palestina yang menghadapi konflik dengan Israel,
Penulis: Alija Magribi |
Aksi Bela Palestina di Siantar Tetap Berlangsung Meski Hanya Diberi Waktu 15 Menit
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Ratusan warga yang tergabung dalam organisasi kepemudaan dan agama di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun menggelar aksi bela Palestina di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar, Jumat (21/5/2021) siang. Aksi ini digelar bersamaan dengan penggalangan dana bantuan.
Aksi penggalangan dana dilakukan dengan membawa kotak infaq yang bertujuan untuk memulihkan kondisi Palestina yang menghadapi konflik dengan Israel, di mana banyak meninggalkan kerusakan dan membutuhkan banyak bantuan.
Namun niat mulia mengumpulkan donasi di sekitar Lapangan H Adam Malik terkendala dengan izin keramaian di masa Pandemi Covid-19. Kegiatan hanya dibatasi selama 15 menit saja sesuai arahan Kecamatan dan Polsek Siantar Barat.
Atas hal itu, pemandu doa kegiatan Ustaz Ananda Siregar menyampaikan kepada para peserta aksi untuk tetap tertib, menjaga protokol kesehatan, dan memanfaatkan waktu yang diberikan dengan sesingkat-singkatnya.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada polisi, tim dari gugus tugas (Satgas Covid-19) Kota Pematangsiantar walau kita tidak dapat izin. Kita menghormati itu dan itulah demokrasi. Namun karena massa kita sudah berjalan dari kemarin, maka kita duduk dan berdiri sebentar," kata Ustaz Ananda Siregar.
Kepada sejumlah wartawan, Ananda Siregar menekankan, penggalangan dana ini sebagai cara menunjukkan diri bahwa umat islam di Kota Pematangsiantar dan Simalungun ada.
"Kita hanya ingin menunjukkan bahwa di Kota Pematangsiantar ini kita ada. Tidak itu saja, tapi ikut peduli terhadap penderitaan kawan-kawan kita, sahabat-sahabat kita yang ada di Palestina," terangnya lagi.
Penggalangan dana ini, kata Ananda, akan dilanjutkan lewat masjid. Ke depan donasi akan digalang dari masjid-masjid. Kita akan sumbangkan langsung ke Palestina lewat sahabat-sahabat kita di Daarut Tauhiid Peduli," ujarnya.
Sementara itu, koordinator aksi, Mufti Gunawan Siregar mengatakan sebenarnya banyak santri dari pesantren maupun remaja masjid dari Simalungun yang hendak meramaikan aksi kepedulian ini. Hanya saja, dengang kondisi Pandemi membuat kegiatan begitu terbatas.
Berkaitan dengan larangan terhadap aksi ini, Camat Siantar Barat, Pardomuan Lubis mengatakan, pihaknya tidak memberikan izin karena situasi Corona sekarang ini. Apalagi seluruh kecamatan di kota ini sudah berstatus zona merah.
Kecamatan Siantar Barat telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.
"Kita tetap pada prinsip, penggalangan dana (di jalan-jalan) tidak boleh. Kasus positif Covid-19 di Kota Siantar meningkat. Jadi tetap kita tidak izinkan," katanya dengan berharap agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan yang mengundang kerumunan dan sekaligus membantu pemerintah mengatasi sebaran corona.
(tribun-medan.com/Alija Magribi)