Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini, Puluhan Ribu Perusahaan Sudah Mendaftar
Puluhan ribu perusahaan sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin gotong royong.
TRIBUN-MEDAN.com - Puluhan ribu perusahaan sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksin gotong royong.
Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021, harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 per dosis.
Sementara tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.
Pelaksanaan vaksinasi gotong royong sendiri akan dimulai hari ini, Selasa (18/5/2021).
Rencananya Presiden Jokowi dan sejumlah menteri akan hadir secara virtual dalam vaksinasi yang berpusat di Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Baca juga: Vaksinasi Mobile Massal Capai 90,20%, Bupati Tapanuli Tengah: Gerak Cepat Demi Masyarakat
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani berpendapat, harga vaksin gotong royong bisa diterima oleh pengusaha.
Menurut Shinta, harga tersebut masih dalam batasan harapan pengusaha yang ingin berpartisipasi dalam vaksinasi gotong royong. Dia menambahkan, pengusaha pun siap untuk melakukan vaksinasi ini.
"Ya, kami bisa menerima harga tersebut dan siap untuk melaksanakan vaksinasi," ujar Shinta.
Shinta menyebut sudah ada sekitar 22.518 perusahaan yang sudah mendaftar untuk ikut berpartisipasi dalam vaksinasi gotong royong ini.
Menurutnya, angka ini pun terus bertambah. Apalagi, Kadin juga sudah membuka pendaftaran vaksinasi gotong royong tahap ketiga.
Dikatakan Shinta, puluhan ribu perusahaan tidak keberatan mengikuti vaksinasi gotong royong.
Shinta menjelaskan, 22.700 perusahaan telah siap berpartisipasi dalam kegiatan tersebut demi mendorong pemulihan ekonomi nasional.
"Perusahaan yang sudah mendaftar sampai tahap III ada 22.700," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribun, Senin (17/5/2021).
Baca juga: Makin Ngeri, Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Medan Hampir Penuh
Menurut dia, semua perusahaan yang turut mendaftar tersebut pastinya sudah memiliki kemampuan dari sisi finansial untuk mengadakan vaksin bagi karyawan.
"Perusahaan yang partisipasi vaksin gotong royong tidak keberatan dengan harga tersebut," kata Shinta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rektor-usu-muryanto-amin-sedang-memantau-vaksinasi-covid-19.jpg)