Untuk Solusi Banjir Medan, Wali Kota Coba Aktifkan Kanal Banjir Timur

Wali Kota Medan Bobby Nasution berencana mengaktifkan kanal banjir timur di Kecamatan Medan Amplas dan Kecamatan Medan Johor.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
PENGENDARA saat melewati kanal banjir timur yang dindingnya telah dihiasi mural oleh Kopasude dan PLN di Jalan Eka Sama, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Medan, Minggu (31/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution berencana mengaktifkan kanal banjir timur di Kecamatan Medan Amplas dan Kecamatan Medan Johor.

Dalam pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II di Ruang Khusus Wali Kota, Kantor Wali Kota, Senin (17/5/2021), Bobby menyampaikan dua opsi penanganan banjir di Kota Medan yakni pengaktifan kembali kanal di Medan Johor dan pemindahan (relokasi) warga yang tinggal di tepi Sungai Deli.

Bobby bertanya apakah kanal banjir timur dapat berfungsi guna mengantisipasi jika terjadi luapan air di Sungai Deli.

Sebab berdasarkan pemantauan selama ini jika debit air sungai Deli tinggi dan menyebabkan banjir di bantaran sungai, kondisi kanal airnya normal dan seharusnya dapat menampung air dari sungai Deli.

Menurutnya, hal ini dapat dilakukan dengan membuat pintu di kanal baik itu yang dari Sungai Deli maupun di ujung Sungai Percut.

Sehingga, jika debit air Sungai Deli tinggi maka dapat dialirkan ke kanal. Namun jika kanal sudah penuh dan melawati batas pintu kanal di Sungai Deli dapat ditutup kembali.

"Jika kanal dapat difungsikan untuk menampung air dari Sungai Deli nantinya kita akan lihat di bantaran sungai apakah masih terjadi banjir. Kalau masih terjadi banjir maka solusi untuk pemindahan masyarakat di bantaran sungai akan dilakukan," ujar Bobby.

Baca juga: Dihantui Rob, Warga Kampung Nelayan Indah Berharap Pembangunan Tembok Banjir Segera Rampung

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Medan didampingi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Benny Iskandar dan Kepala Bappeda Irwan Ritonga dan Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan mengutarakan sejumlah permasalahan yang menyebabkan banjir di Kota Medan.

Salah satunya disebabkan karena pendangkalan dan penyempitan yang terjadi di sejumlah sungai. Karena sungai merupakan kewenangan dari BWS maka diharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang cepat untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota Medan.

"Banyak keluhan masyarakat yang saya dapati terkait permasalahan banjir. Oleh karenanya saya melakukan pertemuan dengan BWS Sumatera II ini guna mencari cara dan solusi untuk mengatasi permasalahan banjir yang terus terjadi di Kota Medan. Apalagi di malam hari raya idul Fitri kemarin, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Deli mengalami banjir, tentunya kita harus bergerak cepat," tuturnya.

Selain itu ia juga menjelaskan Pemko Medan juga telah melakukan kewenangannya dalam mengatasi permasalahan banjir.

Satu di antaranya dengan melakukan penganggaran untuk pembebasan lahan untuk dijadikan kolam di sekitar aliran sungai.

Karena itu, katanya, perlu kolaborasi antara Pemko Medan dan BWS Sumatera II agar titik yang akan dijadikan kolam lebih jelas, sehingga Pemko tidak salah dalam memilih lahan yang akan dibebaskan.

Kepala BWS Sumatera II,  Maman Noprayamin mengungkapkan terkait dengan Penanganan banjir di Kota Medan, Pihaknya telah  memprogramkan dan saat ini  sudah mendekati akhir desain.

Hanya saja menurutnya di beberapa sisi di Kota Medan banyak permasalahan, baik itu lahan, penyempitan aliran sungai, bangunan Infrastruktur yang menghambat aliran maupun drainase.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved