Breaking News

Pos Penyekatan

Penumpang dan Kernet Angkutan Dipaksa Pushup Karena tak Pakai Masker di Pos Penyekatan

Petugas menghukum penumpang dan sopir yang tidak pakai masker dengan cara pushup di pos penyekatan mudik

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Sejumlah penumpang dan kernet angkutan umum diberhentikan dan dihukum push up oleh petugas di pos penyekatan mudik Medan - Karo, di Simpang Tuntungan Medan, Jalan Jamin Ginting, Senin (17/5/2021).(TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Sejumlah penumpang dan kernet angkutan umum diberhentikan oleh petugas di pos penyekatan mudik Medan - Karo, di Simpang Tuntungan Medan, Jalan Jamin Ginting, Senin (17/5/2021).

Dari puluhan angkutan umum dan pribadi yang diberhentikan, petugas memeriksa KTP dan memberikan hukuman berupa pushup kepada penumpang, sopir dan kernet yang tidak menerapkan protokol kesehatan termasuk memakai masker.

Amatan www.tribun-medan.com di lokasi, petugas kesehatan juga memeriksa suhu tubuh untuk kemudian dilakukan rapid tes antigen bagi penumpang yang suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat.

Baca juga: Suka Duka Berlebaran di Pos Penyekatan, Bripda H Adi Putra: Hanya Video Call dengan Anak dan Istri

"Penyekatan ini bertujuan untuk memastikan warga yang kembali ke Medan dalam keadaan sehat. Jadi kita berhentikan kendaraan yang lewat secara acak untuk dicek suhu tubuhnya," ujar petugas penyekatan Kompol Effendi Sinaga kepada tribun-medan.com, Senin (17/5/2021).

Dikatakan Effendi, usai dicek suhu tubuh masing-masing petugas juga menanyakan asal penumpang dan daerah yang dituju.

"Lanjut jika suhu tubuh penumpang lebih dari 37 derajat maka kita akan lakukan tes swab antigen bagi para pengendara. Kita juga menanyakan dari mana asal mereka," katanya.

Mengenai hukuman yang diberikan kepada penumpang angkutan umum yang tidak menggunakan masker, kata Effendi sebagai upaya meningkatkan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Pengendara Hendak Halal Bi Halal Harus Putar Balik di Pos Penyekatan di Deliserdang

"Hukuman push up itu untuk memberikan efek jera dan agar masyarakat kita lebih sadar dalam menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim belum ada peningkatan kasus Covid-19 di Kota Medan.

Bobby menuturkan, jika penyekatan jalur masuk ke Kota Medan terakhir dilakukan hari ini, Senin (17/5/2021) dan dari hasil tes swab antigen secara acak belum terdapat peningkatan yang signifikan.

"Sejauh ini belum ada peningkatan karena hari ini penyekatan terakhir. Saya minta terakhir yang daerah menuju liburan atau tempat wisata Tuntungan menunju Berastagi saya minta bukan penyekatan tapi ada pengetatan saja," ujar Bobby, Senin (17/5/2021).

Baca juga: PEMUDIK Gunakan Jalur Tikus untuk Lolos dari Pos Penyekatan di Tebingtinggi

Dikatakannya, sejak dimulainya pembukaan pos penyekatan di beberapa titik perbatasan wilayah di Kota Medan, warga diminta untuk membawa hasil rapid tes antigen.

"Kemarin yang keluar dari Kota Medan saya imbau untuk pulang hari ini bawa hasil dari rapid antigen. Atau nanti kita rapid antigen secara random sampling saja," tuturnya.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved