Bahaya Pernikahan Di Usia Muda Sampai Ke Dunia Prostitusi, Ini Penjelasan Psikolog
Psikolog Universitas Sumatera Utara menjelaskan pernikahan anak di usia muda memiliki dampak psikologis yang buruk.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pernikahan anak masih menjadi persoalan pelik yang kian berkembang di masyarakat Indonesia.
Psikolog Universitas Sumatera Utara,Meutia Nauly, menjelaskan pernikahan anak di usia muda memiliki dampak psikologis yang buruk.
"Karena kondisi fisiknya masih bertumbuh dan secara mental belum siap untuk melakukan pernikahan. Jadi, secara psikologi dia masih di tahap perkembangan yang belum siap untuk menikah," katanya Meutia Nauly kepada www.tribun-medan.com.
Baca juga: 4 Buku Terlaris Di Gramedia Gajah Mada, Ada Buku Penulis Ternama Ini
Dia menjelaskan anak di usia dini secara psikologis masih dalam proses mencari jati diri.
Lalu, ketika masa - masa itu dilaluinya berbarengan dengan problem rumah tangga, maka akan menyebabkan perubahan hormon yang tidak stabil sehingga bertindak emosional.
"Itu bukan perkara yang mudah, bahkan untuk orang yang secara mental kondisinya sangat prima. Itu juga melanggar hak anak untuk menikmati masa perkembangannya," katanya.
Secara umum, lanjutnya, faktor yang paling dekat menyebabkan anak menikah usia dini adalah keinginan dari orang tuanya sendiri.
Kemungkinan bisa dipengaruhi oleh kebudayaan, agama atau kepercayaan, ekonomi, serta peristiwa hamil di luar nikah yang dialami sang anak akibat terpapar pornografi.
Faktor lain, menurutnya, karena orang tua tidak memiliki pengetahuan yang cukup bahwa pernikahan anak di masa muda beresiko besar.
Baca juga: Kaesang Pangarep Kode Egy Maulana Vikri Gabung Persis Solo, Bakal jadi Saga Transfer?
"Akibat paling fatalnya, karena anak frustasi dengan persoalan rumah tangga ialah rentan terjadi perceraian. Lalu, karena tidak memiliki apa - apa lagi, anak cenderung masuk ke dunia prostitusi," ucapnya.
Menurutnya hal itu menjadi persoalan serius. Terkhususnya lagi karena kasus demikian meningkat dalam beberapa tahun ini.
Sementara secara kualitas, pernikahan dini juga kini telah sampai pada level paling buruk, yakni mengarah ke dunia prostitusi dan narkoba karena merasa tak punya harapan.
"Lebih parahnya lagi, anak yang hope less ini sampai mengajak teman - temannya untuk masuk ke dunia malam tersebut," sebutnya.
Ia pun menjelaskan ada beberapa persepsi masyarakat yang mendukung pernikahan anak di usia muda. Misalnya, anak yang telah menikah dianggap telah mengemban kesuksesan.
Oleh karena itu, orangtua cenderung dengan cepat menikahkan anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/faktor-yang-paling-dekat-menyebabkan-anak-menikah-usia-dini.jpg)