News Video
KONDISI Danau Toba Pasca-banjir Bandang Parapat Sampah hingga Kayu Sisa Pemotongan Sinso Terapung
Danau Toba tercemar sampah hingga gelondongan kayu ngapung di Pantai Bahari atau tak jauh dari Sungai Binanga Gaga bermuara
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Akibat banjir bandang Parapat, Kamis (13/5/2021), sampah mencemari Danau Toba.
Pantauan wartawan Tribun Medan pada Jumat (14/5/2021), sampah hingga gelondongan kayu ngapung di Pantai Bahari atau tak jauh dari Sungai Binanga Gaga bermuara.
Material sampah tersebut beragam, mulai dari plastik, bahkan bongkol kayu sisa pemotongan mesin sinso yang terseret dari Pebukitan, Bangun Dolok.
Warna air Danau Toba di sekitar Wisata Pantai Bahari tersebut kini berubah dari biru menjadi kecokelatan.
Sudirman Bakkara, warga Parapat dihubungi Tribun Medan membenarkan, sampah-sampah tersebut mulai ada sejak banjir melanda kota Parapat.
"Mulai semalam, sampah langsung banyak mengapung," ujar Sudirman Bakkara
Remember Manik, Ketua Argema Peduli Danau Toba di Parapat, menyampaikan, kejadian ini sarat dengan adanya ijin-ijin dari pemerintah untuk merusak lingkungan.
Sehingga, hutan terus dirusak di Pebukitan Parapat, seperti di Wilayah Bangun Dolok dan Sitahuan sehingga tak dapat lagi menahan air.
Sementara itu, Royanti Sihaloho, karyawan Hotel Inna Parapat, mengatakan sehari sebelumnya lokasi pantai hotel tempat dia bekerja sempat berubah warna coklat.
Sampah hanyut kemana-mana, namun Jumat pagi tadi, mereka sudah membersihkan lokasi khusus sekitar pantai Khas Parapat agar nyaman untuk turis.
Lalulintas sudah normal
Hari ini, Jumat (14/5/2021), jalur utama Siantar-Parapat sudah dapat dilalui.
Jalan ini sempat tak bisa dilewati akibat banjir bandang Parapat persisnya di Dusun Sualan Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.
Meski sudah bisa dilalui, Kapolres Simalugun, AKBP Agus Waluyo, dihubungi Tribun Medan menganjurkan agar pengendara tertap berhati-hati, mengingat kondisi jalan saat ini masih berlumpur.
"Agar pengguna jalan berhati-hati meski jalan tersebut telah dapat dilalui," ujar AKBP Agus Waluyo.