KKB Papua
Siapa Izak Pangemanan? Bukan Omong Kosong Anggota Terbaik Kopassus Berani Terobos Sarang OPM
Tecatat pula rekam jejak Izak yang merupakan lulusan Akmil tahun 1990 ini dari kecabangan Infanteri (Kopassus).
Baginya anggota KKB Papua adalah warga negara Indonesia yang harus disadarkan. Maka itu, pendekatan lewat pembinaan dan hubungan baik dalah hal yang penting, membedakan siapa mereka.
“Kemudian yang kedua, OPM ( KKB Papua) berniat menyerang, tetapi masyarakat tidak mengizinkan karena pos memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya."
Dia tahu Papua memegang dan menjunjung tinggi tradisi adat istiadat dengan kuat.
Baca juga: Egianus Kogoya Mendadak Ciut, Inilah 3 Senjata Mematikan TNI yang Bikin KKB Papua Ogah Berperang
"Hal ini dimungkinkan mengingat Papua adalah tanah adat, semua masyarakat patuh kepada adat setempat,” urainya.
"Siapa yang melanggar adat akan kena sanksi adat, termasuk OPM ( KKB Papua)."
Maka, pos harus membina hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat sekitar," kata Izak dalam kesempatan tersebut.
Lakukan Komunikasi dengan Tokoh Ada
Selain itu, Brigjen TNI Izak Pangemanan menjelaskan, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Distrik Mbua, pihaknya juga melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat dan tokoh adat (Kepala Suku), tokoh agama dan juga turut hadir aktivis HAM Papua Theo Hesegem serta para intelektual muda yang berasal dari daerah itu salah satunya adalah Lokbere.
"Komunikasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terprovokasi sentimen-sentimen yang dibangun oleh kelompok-kelompok yang masih berseberangan dengan NKRI."
Baca juga: Lagaknya Pamer Senjata, KKB Egianus Kogoya Tukang Merengek, Minta TNI Jangan Gunakan Alat Perang Ini
"Saya sangat berharap seluruh masyarakat dan TNI-Polri yang ada di Distrik Mbua dapat hidup rukun dan bekerja sama dalam menciptakan Kamtibmas," katanya.
Seperti diketahui bersama bahwa wilayah tersebut yang dikunjungan oleh Brigjen TNI Izak Pangemanan, merupakan daerah operasi dari KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya, yang pada 2 Desember 2018 lalu melakukan pembantaian keji kepada belasan karyawan PT. Istaka Karya.
KKB Papua juga menyerang Pos Yonif 755/Yalet pada (3/12/2018) silam yang mengakibatkan Serda Handoko meninggal dunia.
Mengingat hal tersebut, Izak memberikan beberapa penekanan kepada seluruh anggota untuk mempertajam naluri tempur, khususnya kejelian membaca tanda-tanda alam dan kebiasaan kehidupan di sekitar Pos.
"Harus paham tentang indikator pos akan diserang, karena penyerangan OPM tidak terjadi secara serta merta, tetapi melalui proses. Proses itu harus dipahami oleh semua anggota pos sebagai indikator," urainya.
Selanjutnya kembangkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi, karena pertempuran itu penuh tipu muslihat sehingga harus cerdas mengembangkan siasat bertempur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/komandan-korem-danrem-172pwy-brigjen-tni-izak-pangemanan.jpg)