News Video

29 Kendaraan di Paksa Putar Balik, Ada Pakai Modus Pasang Stiker Khusus Barang Kelabui Petugas

Nekat kelabui petugas dengan memasang stiker bertuliskan khusus barang, Bus KUPJ bernomor polisi BK 7011 UA dipaksa putar balik

29 Kendaraan di Paksa Putar Balik, Ada Pakai Modus Pasang Stiker Khusus Barang Kelabui Petugas

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Nekat kelabui petugas dengan memasang stiker bertuliskan khusus barang, Bus KUPJ bernomor polisi BK 7011 UA dipaksa putar balik oleh petugas pos penyekatan Meranti, Kabupaten Asahan usai ketahuan membawa penumpang, Minggu (9/5/2021) malam.

Supir bus awalnya mengaku melintas dari Tanjungbalai hanya untuk mengantarkan barang paket menuju Kota Medan.

Saat di periksa oleh petugas, pengemudi tersebut sempat beberapa kali menunjukan selembar kertas yang bertuliskan faktur barang.

"Ini pak, bukti saya membawa barang," kata pengemudi Bus KUPJ.

Namun, petugas tidak percaya begitu saja.

Petugas malah curiga, karena bus yang bertuliskan khusus paket terlihat membawa beberapa orang penumpang di bangku belakang.

"Ini kenapa membawa penumpang, mau kemana?," tanya Briptu Putri kepada pengemudi yang mengaku mengaku hendak berangkat ke Medan tersebut

"Bapak awalnya ngaku ngantar barang, tapi ini bawa empat penumpang. Bapak harusnya paham kalau ini tidak di benarkan," ujar Briptu Putri.

Karena masih membandel, akhirnya petugas kepolisian mengecek dan memeriksa penumpang.

"Ini penumpang, jangan kamu mengelabui petugas," kata polisi lainnya.

Tak berkutik karena modusnya ketahuan, akhirnya supir bus ini terpaksa harus memutar balik kendaraannya kembali kearah Tanjungbalai.

Sementara Kepala jaga Pos I Meranti IPDA Wanter Simanungkalit mengatakan, dalam operasi malam ini terdapat 29 kendaraan yang di putar balik.

"Operasi ketupat menyambut lebaran idul fitri 1422 Hijriah ini, Pos I penyekatan meranti memutar balik 29 kendaraan," kata Wanter.

Lanjutnya, beragam modus di temukan oleh petugas, mulai dari pasang stiker hingga membawa surat tugas tanpa di lengkapi swab tes.

"Awalnya bilang kalau khusus paket. Namun setelah di periksa ternyata ada orang didalamnya," ujarnya.

Selain itu, ia mengaku ada beberapa modus lain, seperti hendak melayat dan menjenguk keluarganya yang sedang sakit.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved