News Video

Antisipasi Lonjakan Kasus Virus Corona, Satgas Covid-19 Sumut Rapat dengan Pejabat Rumah Sakit

Sementara agar masyarakat mengetahui bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan covid-19, maka datanya akan diperbaharui sebanyak dua kali

Antisipasi Lonjakan Kasus Virus Corona, Satgas Covid-19 Sumut Rapat dengan Pejabat Rumah Sakit

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut menggelar rapat dengan sejumlah direktur rumah sakit swasta maupun pemerintah yang berada di wilayah Medan, Binjai dan Deliserdang, Jumat (7/5/2021).

Koordinator Administrasi dan Keuangan Satgas Covid-19 Sumut, Agus Tripiyono menyebutkan dalam rapat tersebut membahas tentang kesiapan rumah sakit untuk menyediakan tempat, berupa ruang isolasi maupun ICU, sebelum memasuki Hari Raya Idul Fitri

Sebab, berdasarkan pengalaman, setiap usai libur panjang, kasus covid-19 pasti mengalami kenaikan. Sehingga dibutuhkan komitmen dari setiap rumah sakit sebagai upaya antisipasi.

"Jadi kita rapatkan di sini, kita undang seluruh direktur rumah sakit berkaitan ketersedian kamar. Karena sebagaimana diamanatkan oleh pemerintah pusat, ada persyaratan, artinya 30 persen dari seluruh ruangan dipersiapkan untuk ruang isolasi dan 15 persennya lagi ruang ICU," jelas Agus, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Jumat.

Sementara agar masyarakat mengetahui bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan covid-19, maka datanya akan diperbaharui sebanyak dua kali dalam sehari.

Sehingga masyarakat yang terpapar covid-19 mengetahui rumah sakit yang masih memiliki ketersediaan ruangan. Bukan seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, BOR rumah sakit di Sumut disebut penuh.

"Update data untuk rumah sakit, disepakati terkait keterisian rumah sakit, akan diupdate dia kali, yakni jam 10.00 WIB dan 20.00 WIB. Akan diupdate melalui Dinkes Sumut, yaitu bisa diolah dan disampaikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak panik," sebutnya.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menyebutkan, bahwa data bed occupancy ratio (BOR) masih sangat mencukupi untuk menangani pasien covid-19. Masyarakat tidak perlu khawatir soal ruangan perawatan, baik ruangan isolasi maupun ruangan ICU.

Agar data BOR di seluruh rumah sakit yang ada di Sumut itu bisa diakses oleh masyarakat, maka pihaknya akan menyiapkan aplikasi dengan berkoordinasi denyan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut.

"Data kita tidak seseram seperti yang diterima masyarakat. Masih ada rumah sakit yang tidak favorit, tempat tidurnya banyak. Jangan semua datang ke Medan. Mungkin akibat ketidaktahuan masyarakat kalau rumah sakit di daerah juha bisa menangani pasien covid-19," ungkap Alwi.

Alwi pun menegaskan kepada seluruh pihak agar tidak mempolitisasi penaganan covid-19 di Sumut, salah satunya membenturkan Gubernur Sumut dengan Wali Kota Medan.

"Penanganan covid-19 jangan dibenturkan antara gubernur dan wali kota. Padahal ini akan berkibat fatal dengan penangan covid-19 di Sumut. Bila ini dilebarkan, maka akan merugikan kita semua dan menguntungkan orang-orang politik yang berkepentingan," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved