Tiap Hari Hirup Debu, Warga Sunggal Keluhkan Jalan TB Simatupang yang Rusak Parah Diperbaiki

Bukan kondisi jalan rusak saja yang dikeluhkan masyarakat, jalanan yang berdebu juga mengganggu pengendara.

Penulis: Fredy Santoso |
Fredy / Tribun Medan
Pengendara sepeda motor dan mobil truk melintasi jalan TB Simatupang, Medan yang rusak dan berdebu pada Selasa (4/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga dan pengendara mengeluhkan jalan rusak dan berlubang yang berada di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Warga menilai, jalan yang rusak sepanjang 3 kilometer tersebut membahayakan pengendara jalan maupun warga yang bermukim di pinggir jalan tersebut.

Hasril Ramadhan , pengendara sepeda motor yang melintas mengaku resah dengan kondisi jalan yang rusak di salah satu jalan protokol kota Medan ini.

Ia mengatakan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang membuat kendaraannya cepat rusak.

Bahkan ia mengeluhkan sering terlambat sampai ke tempatnya bekerja akibat harus memperlambat laju kendaraannya untuk menghindari lubang-lubang yang menganga di jalan tersebut.

"Bahaya ini bang jalan rusak ini, bisa bocor ban kereta kita, terus tingkat kecelakaan pasti ada kalau udah jalan rusak ini, karenakan mengelakkan lubang ini yang bahaya," katanya saat diwawancarai di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara pada Selasa (4/5/2021).

Hasril menyayangkan kota terbesar ketiga di Indonesia ini masih memiliki jalan yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Menurutnya sangat tidak sejalan dengan keinginan presiden yang ingin Indonesia maju dalam segi infrastruktur.

"Karena jalan ini hal yang paling berdampak ke masyarakat, jadi harusnya utamakan, apa lagi kita ibu kotanya provinsi dan sesuai dengan misi Presiden jadi hal utama mestinya."

Bukan kondisi jalan rusak saja yang dikeluhkan masyarakat, jalanan yang berdebu juga mengganggu pengendara.

Banyak pengendara yang merasa pandangannya terhalang karena banyaknya debu yang beterbangan.

Keluhan juga disampaikan oleh Beby Rangkuti, seorang warga sekitar yang rumahnya tak jauh dari bahu jalan mengaku selama jalanan rusak lebih sering membersihkan rumah dan perabot di rumah.

Ia terpaksa bolak balik menyapu dan mengepel karena debu dengan cepat mengotori halaman hingga dalam rumahnya.

Bahkan, yang paling berbahaya menurut Beby, tak jarang krikil dari aspal yang mengelupas mengenai rumahnya.

Ia menceritakan, kadang batu-batu yang terhempas karena roda kendaraan terbang ke arah tempat tinggalnya.

"Akibat jalan rusak ini makin banyak debu masuk, trus batu-batu kecil aspal itu bang sering kali terpental ke gerbang rumah," ucapnya.

Sama halnya dengan Hasril, ia hanya berharap supaya pemerintah khususnya pemko Medan segera memperbaiki jalan yang rusak parah karena membahayakan pengendara jalan.

(cr25/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved